Menko Cak Imin Tegaskan Pesantren Gresik Perlu Adaptasi Industri, Senada Diskusi LMN

9 Agustus 2026 19:10 9 Agt 2026 19:10

Aris Erwandi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Menko Cak Imin Tegaskan Pesantren Gresik Perlu Adaptasi Industri, Senada Diskusi LMN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan pidato dalam acara Pengembangan Program Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (Foto:Rif for Ketik)

KETIK, GRESIK – Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Gresik mendorong lembaga pendidikan berbasis keagamaan untuk terus bertransformasi. Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pondok pesantren di daerah basis industri besar tersebut perlu beradaptasi agar mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

​Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menekankan pentingnya menempatkan pesantren sebagai motor utama penanggulangan kemiskinan sekaligus penggerak ekonomi daerah yang mengakar kuat di tengah warga.

​Penguatan ekonomi berbasis pesantren dan masjid ini diharapkan menjadi jalan keluar konkret agar masyarakat lokal dapat menikmati langsung hasil kemajuan ekonomi daerahnya dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya industrialisasi.

​“Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren,” tegas Cak Imin.

​Pernyataan Menko Cak Imin tersebut senada dengan pokok bahasan dalam Diskusi Kopi Gresik Episode 3 bertajuk “Red Zone Gresik: Industrialisasi Menggeser Kota Santri”. Forum yang diinisiasi oleh Local Media Network (LMN) di D’jiwana Caffe, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pada Selasa, 28 Juli 2026 lalu itu menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan.

​Dalam diskusi tersebut, tokoh masyarakat Kecamatan Dukun, Agus Ahmad Musfis Salam (Gus Salam), menyampaikan bahwa pesantren di Gresik perlu responsif terhadap perubahan zaman. Salah satunya dengan menghadirkan pendidikan keterampilan serta sekolah vokasi agar para santri memiliki bekal kompetensi matang tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman.

​“Pesantren harus menjawab tantangan zaman. Banyak yang membuka sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan agar para santri memiliki bekal yang cukup ketika memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan,” ujar Gus Salam.

​Di samping peluang ekonomi, Gus Salam turut mengingatkan hadirnya potensi pergeseran sosial akibat gelombang industrialisasi mulai dari perubahan pola pendidikan, berkurangnya porsi pengawasan orang tua karena jam kerja yang panjang, hingga tantangan moral di tengah masyarakat industri.

​“Karena itu, pesantren tidak cukup hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan pusat pembinaan karakter generasi muda,” tambahnya.

​Diskusi tersebut membuahkan kesepahaman bahwa pesatnya industrialisasi tidak harus dibenturkan dengan identitas Gresik sebagai Kota Santri. Sinergi antara pemerintah, pesantren, tokoh agama, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci utama agar Gresik terus berkembang menjadi kawasan industri maju tanpa kehilangan nilai-nilai religiusnya.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Menko Cak Imin Pesantren Gresik Pemberdayaan Pesantren Ekonomi Pesantren sekolah vokasi