Bupati Hamid Pacu ZISWAF Produktif, Pesantren Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Umat

20 Juni 2026 20:20 20 Jun 2026 20:20

Haryono, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bupati Hamid Pacu ZISWAF Produktif, Pesantren Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Umat

Seminar Sinergi Membangun Ekosistem ZISWAF Produktif Pesantren yang Mandiri dan Berkelanjutan yang dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid di dampingi Ketua Hebitren Jatim KH. Faiz AHZ, Perwakilan Bank Indonesia (BI)di Pendopo Raden Bagus Asra, Senin, 20 Juni 2026. (Foto: Haryono For Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren terus didorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Salah satunya melalui Seminar Sinergi Membangun Ekosistem ZISWAF Produktif Pesantren yang Mandiri dan Berkelanjutan yang dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, di Pendopo Raden Bagus Asra, Sabtu, 20 Juni 2026. 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah dalam program Road to FESyar SAMARA tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi penguatan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pesantren dan masyarakat.

Seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Bank Indonesia Jember dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan. Melalui forum tersebut, peserta diajak merumuskan langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi dana sosial keagamaan agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan mampu menciptakan nilai ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Abulan Hamid Wahid menegaskan bahwa pengembangan ZISWAF produktif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, kalangan akademisi, pesantren, hingga masyarakat menjadi kunci utama agar pengelolaan dana sosial umat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia menilai, jika dikelola secara profesional dan berorientasi pada pemberdayaan, ZISWAF dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi pesantren. Tidak hanya mendukung kemandirian lembaga pendidikan Islam, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Karena itu, dukungan melalui pengelolaan ZISWAF yang produktif perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Seminar tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, perwakilan Bank Indonesia Jember, instansi vertikal, akademisi, narasumber, perguruan tinggi, serta para pengasuh dan pengelola pondok pesantren dari berbagai daerah di Bondowoso.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat dalam mengembangkan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan. (*)

Tombol Google News

Tags:

AHW Bupati Bondowoso Pemkab Bondowoso Bank Indonesia (bi) Bondowoso Berkah ZISWAF Ekonomi Pesantren Fesyar Samara