Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik pelaksanaan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Provinsi Bali.
Ia menerima laporan langsung dari Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan, M.M., MBA., pada Jumat, 7 November 2025 di Jayasabha Denpasar.
Dalam pertemuan itu, Koster meminta BGN menyiapkan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan bahan pangan selama program SPPG dijalankan di Bali.
Baca Juga:
Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah SakitDalam pertemuan itu, Koster yang dikenal sebagai penggagas Ekonomi Kerthi Bali berharap Badan Gizi Nasional bisa meningkatkan penyerapan pangan lokal. Ia mendorong agar sayur-mayur, telur, ikan, ayam, hingga buah-buahan asli Bali dijadikan bahan utama dalam program ini.
"Hasil pertanian kita di Bali sangat cukup untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), jadi serapan pangan lokal Bali harus ditingkatkan dalam program ini," ujar Gubernur Bali dan langsung mendapat sambutan positif dari Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan.
Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN melaporkan bahwa percepatan Program SPPG di Klungkung berjalan cukup baik. Saat ini ada empat dapur yang sedang dibangun, satu dalam tahap survei, dan 110 dapur sudah beroperasi di seluruh Bali.
Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban"Dari target 1.049.967 penerima manfaat, baru tercapai 275.127 orang. Targetnya seluruh dapur beroperasi penuh pada Februari 2026," info Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN kepada Gubernur Koster.
Program SPPG diharapkan bisa mempercepat pencegahan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan stunting lewat pola asuh 3B, yaitu untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala KPPG Denpasar beserta Kasubag TU, serta para koordinator regional dan wilayah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.