KETIK, CILACAP – Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Cilacap diawali dengan aksi konvoi yang akan dilaksanakan oleh Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh bersama Koordinasi Perempuan Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyambut baik dan memfasilitasi sejumlah agenda yang akan disampaikan serikat pekerja pada peringatan Hari Buruh, Jumat, 1 Mei 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto, saat ditemui, Kamis, 30 April 2026.
Farid mengatakan, May Day tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama melalui Kolaborasi dari Berbagai Pemangku Kepentingan”.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa tujuan industri, khususnya yang ada di Kabupaten Cilacap, harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Farid.
Lebih lanjut, kegiatan May Day akan diawali dengan aksi konvoi yang diikuti sekitar 1.000 pekerja yang terbagi menjadi tiga titik pemberangkatan.
Titik pertama berada di PT Dharmapala Usaha Sukses (DUS) dan PT Manunggal Perkasa dengan rute Jalan Laut Jawa–Jalan Kendil Wesi–Jalan Pemintalan–Jalan Mayor Laut Wiratno–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan DI Panjaitan, kemudian bergabung dengan titik pemberangkatan kedua.
Sementara titik pemberangkatan kedua dimulai dari SPN PT SBI menuju Perempatan Karangsuci–Jalan Suprapto–Jalan S. Parman, kemudian bergabung dengan titik pemberangkatan ketiga dari FSPMI dan PUK SPKEP menuju Perempatan Damalang–Jalan S. Parman–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Dr. Wahidin–Jalan Mayjen Sutoyo–Jalan Ahmad Yani dan berakhir di Alun-alun Cilacap.
“Selain aksi konvoi, para pekerja juga akan menyampaikan aspirasi kepada Plt Bupati Ammy Amalia Fatma Surya yang rencananya akan diwakili oleh 15 pekerja,” terang Farid.
“Beberapa poin aspirasi pekerja antara lain mendorong pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem outsourcing dan upah murah (HOSTUM), reformasi pajak, ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190, memperkuat perlindungan buruh migran, serta menghapus sistem multilevel vendor dan memperkuat kontraktor lokal,” imbuhnya.
Adapun sembilan aspirasi dari Koordinasi Perempuan Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI), antara lain meminta pemerintah memberikan jaminan kesehatan gratis bagi purna migran dan keluarganya, menyediakan pelatihan tanpa syarat sesuai kebutuhan, menaikkan upah buruh, menciptakan lapangan kerja, memberikan hak atas bantuan dan layanan bagi PMI dan purna PMI, memperbaiki pelayanan migran di perwakilan luar negeri dan daerah, menjamin pemenuhan upah layak, libur, istirahat, dan cuti, menghentikan pungutan liar, serta memasukkan PMI ke dalam undang-undang ketenagakerjaan.
Kendati demikian, Farid mengungkapkan pada peringatan May Day tahun ini Pemkab Cilacap juga menyediakan berbagai layanan publik, seperti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan KB Cilacap, donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cilacap, layanan kependudukan oleh Disdukcapil Kabupaten Cilacap, penerbitan SKCK oleh Polresta Cilacap, serta layanan BPJS Kesehatan.
Ia menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektoral sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan sekaligus membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan Hari Buruh di Cilacap ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui momentum ini, diharapkan hubungan industrial semakin harmonis serta mampu mendorong peningkatan iklim investasi yang sejalan dengan kesejahteraan pekerja,” pungkasnya. (*)
