Titian Muhibbah Dakwah di Brebes: NAAT Jadi Mitra Dzuriyah Syekh Jumadil Kubro Se-Asia Tenggara

10 Agustus 2026 10:19 10 Agt 2026 10:19

Makroni, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Titian Muhibbah Dakwah di Brebes: NAAT Jadi Mitra Dzuriyah Syekh Jumadil Kubro Se-Asia Tenggara

Sidi Ibrohim Al Malik, penasehat Dzuriah Syeikh Jumadil Kubro se Asia Tenggara saat hadir di Ponpes Al Hasaniyah Kedawin Larangan Brebes bersama Kyai Nuruddin Syamsudin, Pimpinan Ponpes (Foto: Makroni/ketik.com)

KETIK, BREBES – Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon, Kabupaten Brebes, Ahad malam 9 Agustus 2026. Mereka mengikuti Majlis Istighosah dan Titian Muhibbah Dakwah Syekh Jumadil Kubro dan Wali Songo.

Kegiatan ini digelar untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghidupkan kembali semangat dakwah yang diwariskan para auliya di Nusantara.

Majlis tersebut dihadiri Sidi Ibrohim Al Malik, penasehat keluarga besar dzuriyah Syekh Jumadil Kubro se-Asia Tenggara. Kehadirannya disambut para ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan santri Al Hasaniyah Kedawon.

Dalam keterangannya, Sidi Ibrohim Al Malik melalui juru bicara dan penterjemah menegaskan bahwa nasab Syekh Jumadil Kubro tidak membentuk nakobah tersendiri.

"NAAT menjadi mitra bagi beliau, menjadi mitra di Indonesia, karena untuk urusan nasab kekeluargaan Syekh Jumadil Kubro tidak membentuk nakobah sendiri. Jadi nakobahnya ditaslifkan kepada NAAT," ujarnya, Minggu malam 9 Agustus 2026.

Ia menambahkan Sekretariat Jumadil Kubro berfungsi merangkai unsur yang sudah ada tanpa membentuk badan baru. "Kami menguatkan yang sudah ada supaya kekeluargaan ini makin kuat, dan jaringan di Indonesia, di Malaysia, di Thailand, di Filipina, Kamboja itu makin kencang," katanya.

Sidi Ibrohim juga menyampaikan terima kasih kepada Pengasuh Al Hasaniyah Kedawon, KH Raden Nuruddin Syamsuddin. "Kami sangat terima kasih kepada Kiai Nuruddin, banyak hal yang bisa dilakukan. Artinya tidak hanya dalam lingkup penelitian nasabnya, tetapi hal-hal yang terkait dengan amaliah dari Wali Songo dan Syekh Jumadil Kubro sendiri, itu bisa dikolaborasi dan diluaskan di Jawa Tengah," lanjutnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah majlis yang menyambung hati dan ruh perjuangan dakwah para wali, khususnya Syekh Jumadil Kubro dan Wali Songo,” ujarnya.

Dalam mauidzah hasanahnya, ia menekankan pentingnya meneladani metode dakwah Wali Songo melalui budaya, kelembutan, dan keteladanan akhlak.

“Dakwah hari ini harus meneladani para wali: merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan memaksa; menyejukkan, bukan memecah,” katanya.

Rangkaian kegiatan diisi pembacaan istighosah, doa bersama, dan tausiyah. Jamaah memanjatkan doa memohon ampunan, keberkahan, dan kemudahan.

“Melalui istighosah, kita mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah agar segala kesulitan diangkat dan diganti dengan kemudahan,” ungkap salah satu panitia.

Gus Munif, Sekretaris NAAT Jawa Tengah, menyebut kehadiran Sidi Ibrohim merupakan puncak safari dakwah di Indonesia. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di Yogyakarta dan Keraton.

"Kami mendapat kehormatan untuk menyambut titian khutbah dakwah beliau. Kehadiran beliau di Indonesia selain menyambung nasab Syekh Jumadil Kubro, juga disebut Abu Sulthan wa Abu Ulama Fi Nuswantoro," kata Gus Munif. "Nuswantoro itu tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Filipina, Malaysia, dan lainnya."

Sementara itu KH Raden Nuruddin Syamsuddin berharap kehadiran Sidi Ibrohim dapat memperkokoh kekeluargaan dzuriyah.

"Harapan kami, terutama dengan kedatangan beliau, Sidi Malik Ibnu Malik Al-Malik dari Malaysia, yang beliau juga sebagai penasihat keluarga besar dzuriah Wali Songo se Asia Tenggara, bisa mendinginkan, bisa melahirkan, mewujudkan kekokohan terutama dzuriah Syekh Jumadil Kubro, dzuriah Wali Songo ini yang kami harapkan," ujar KH Raden Nuruddin Syamsuddin.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Pengasuh berharap majlis serupa dapat dilaksanakan berkelanjutan untuk menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam. (*)

Tombol Google News

Tags:

Al Hasaniyah Kedawon Syekh Jumadil Kubro Wali Songo NAAT Kyai Nuruddin Syamsudin.