KETIK, BONDOWOSO – Penilaian ulang terhadap Ijen UNESCO Global Geopark memasuki babak akhir.
Di hadapan dua evaluator UNESCO, Andreas Josef Schueller dan Li Yue, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menegaskan bahwa revalidasi bukan sekadar upaya mempertahankan pengakuan dunia, melainkan pertaruhan masa depan konservasi alam dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Ijen.
Pernyataan itu disampaikan saat Closing Meeting dan Farewell Party Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark 2026 yang menutup rangkaian asesmen selama lima hari di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Dipendopo Bupati pada Kamis, 6 Agustus 2026.
"Revalidasi ini bukan hanya proses penilaian. Ini adalah kesempatan untuk belajar, berbenah, dan memastikan kawasan Geopark benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap lestari," ujar As'ad Yahya Syafi'i
Wabup menegaskan, Bondowoso datang dalam proses revalidasi dengan bekal komitmen kuat terhadap tiga pilar utama UNESCO Global Geopark, yakni konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya, ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi seluruh kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola kawasan Ijen.
Ia menjelaskan, Bondowoso yang dikenal sebagai The Highland Paradise memiliki kekayaan bentang alam luar biasa sebagai bagian dari kawasan Gunung Ijen Purba dengan 22 anak gunung yang menyimpan warisan geologi bernilai tinggi.
Potensi tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai objek wisata, tetapi harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Salah satu bukti nyata pengembangan ekonomi berbasis geopark adalah sektor kopi. Bondowoso kini memiliki dua kopi berstatus Indikasi Geografis, yakni Kopi Arabika Java Ijen Raung dan Kopi Arabika Hyang Argopuro.
Kedua produk tersebut terus didorong menjadi identitas daerah sekaligus pengungkit ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan.
Tidak hanya itu, konsep Geopark juga telah masuk ke ruang-ruang kelas. Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengintegrasikan nilai-nilai geopark ke dalam muatan lokal di sekolah agar generasi muda memahami pentingnya menjaga kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya sejak dini.
As'ad menyebut keberadaan Ijen UNESCO Global Geopark telah membawa dampak nyata bagi daerah.
Kunjungan wisatawan terus meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan roda perekonomian masyarakat di sekitar kawasan geopark ikut bergerak lebih cepat.
Di penghujung rangkaian revalidasi, Wabup menyampaikan apresiasi kepada tim evaluator UNESCO yang telah melakukan penilaian sejak 2 hingga 6 Agustus 2026.
Ia berharap seluruh catatan dan rekomendasi yang diberikan menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola Ijen Geopark di masa mendatang.
"Kami berharap Ijen kembali mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Namun yang lebih penting, semangat kolaborasi ini harus terus hidup agar kawasan ini mampu menjaga warisan alam dunia sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," tegasnya.
Hasil revalidasi tersebut kini menjadi penentu apakah Ijen mampu kembali mengukuhkan posisinya sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark dunia, sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kawasan geowisata paling strategis di Indonesia.(*)
