Menu MBG di Blitar Viral Berisi Telur Mentah Dirapel Tiga Hari: Sekolah dan Penyedia Saling Bantah, Publik Kian Resah

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Muhammad Faizin

9 Des 2025 12:00

Headline

Thumbnail Menu MBG di Blitar Viral Berisi Telur Mentah Dirapel Tiga Hari: Sekolah dan Penyedia Saling Bantah, Publik Kian Resah
Penanggung jawab MBG SMPN 4 Kota Blitar, Restu Hapsari Rahayu, bersama perwakilan pihak SMPN 4 Kota Blitar, Selasa 9 Desember 2025. (Foto: Favan/Ketik.con)

KETIK, BLITAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar kembali menjadi sorotan setelah foto dan video paket menu berisi telur mentah untuk siswa SMPN 4 Kota Blitar viral di media sosial. Lebih mengejutkan lagi, paket tersebut diberikan untuk tiga hari sekaligus, bukan harian sebagaimana aturan yang berlaku.

Temuan ini langsung memantik kritik publik. Sebab, pembagian menu mentah dan dirapel dinilai tidak hanya menyalahi standar, tetapi juga berpotensi membahayakan siswa.

Penanggung jawab MBG SMPN 4 Kota Blitar, Restu Hapsari Rahayu, membenarkan adanya pembagian telur mentah dan perapelan menu tiga hari. Ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di SMPN 1 Kota Blitar karena menggunakan penyedia makanan yang sama.

“Soal telur mentah memang benar, dan itu dirapel untuk 3 hari. Hal serupa juga terjadi di SMPN 1, karena SPPG-nya sama,” ujar Restu, Selasa, 9 Desember 2025.

Baca Juga:
SPPG Mulyorejo Tuban Gandeng Damkar, Edukasi Relawan soal Mitigasi Kebakaran

Namun Restu menegaskan sekolah tidak pernah meminta telur mentah maupun pola distribusi dirapel. Ia menjelaskan, sekolah hanya meminta menu keringan karena sebagian siswa telah memasuki masa class meeting.

“Itu bukan permintaan kami. Kami hanya minta menu keringan. Tapi yang datang malah seperti itu, dan tidak ada permintaan soal dirapel 3 hari,” tegasnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak penyedia (SPPG) dan meminta orang tua menyampaikan keluhan melalui sekolah agar dapat ditindaklanjuti secara formal.

Berbanding terbalik dengan penjelasan sekolah, Kepala Dapur SPPG YASB Sananwetan, Ahmad Habibi, menegaskan bahwa pembagian telur mentah dan perapelan dilakukan atas permintaan pihak sekolah.

Baca Juga:
Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG, Plt Wali Kota Madiun Akan Evaluasi SPPG

“Sesuai permintaan pihak sekolah. Karena mintanya menu keringan. Untuk telur kami kasih mentah, soalnya kalau matang buat besoknya basi,” ujarnya.

Kontradiksi dua pernyataan ini membuat publik semakin bingung—bahkan geram. Alih-alih menjadi program penopang gizi siswa, MBG justru kembali menyuguhkan potret lemahnya pengawasan dan miskomunikasi antara sekolah dan penyedia.

Dari temuan lapangan, siswa menerima paket berisi:

• 4 butir telur mentah

• 2 kotak susu kemasan

• 1 buah mangga

• 1 buah pisang

• 2 buah salak

• 1 keju

• 1 roti tawar

• 1 roti varian rasa pandan

 

Alih-alih makanan siap santap bernutrisi, isi paket ini justru memicu pertanyaan publik: apakah MBG sedang bergeser menjadi sekadar pembagian bahan mentah tanpa kendali kualitas dan standar penyajian?

Di tengah derasnya kritik, beredar sebuah pengumuman yang diduga dari pihak sekolah melalui grup WhatsApp:

“Assalamualaikum bapak ibu wali kelas 7, 8 dan 9… MBG akan diberikan dalam bentuk menu keringan dan dirapel di hari Senin…”

Pesan itu mengonfirmasi bahwa perapelan benar terjadi, namun tidak menjelaskan apakah sesuai petunjuk teknis MBG.

Seorang wali murid menyampaikan kekecewaannya dengan nada keras.

“Kalau memang program ini untuk gizi anak, harusnya disiapkan makanan yang layak setiap hari, bukan dilempar bahan mentah begini. Anak-anak bukan dapur berjalan yang disuruh masak sendiri,” ucap wali murid yang enggan disebutkan namanya itu. 

Ia juga mempertanyakan transparansi sekolah dan penyedia MBG.

“Kami ini orang tua, bukan penonton. Kalau dirapel begini, hitungan gizinya bagaimana? Apa dibenarkan dalam aturan?”

Keluhan itu mencerminkan keresahan banyak orang tua yang menilai perapelan menu tidak hanya melanggar tujuan program, tetapi juga menghilangkan fungsi kontrol kualitas. 

Kemarahan publik semakin meluas seiring dugaan adanya kelalaian sistemik. Beberapa elemen masyarakat mendesak:

• audit menyeluruh terhadap penyedia MBG,

• evaluasi prosedur distribusi,

• pencabutan izin operasional bila ditemukan penyimpangan.

“Harus diusut tuntas SPPG-nya. Bagaimana pertanggungjawaban anggarannya? Kami minta pemerintah mencabut izinnya,” tegas salah satu penggiat pendidikan.

Program MBG dirancang untuk memberikan asupan gizi harian dengan menu seimbang dan aman konsumsi. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan celah besar:

• pengawasan yang longgar,

• komunikasi yang tidak sinkron,

• distribusi yang tak sesuai standar,

• minim transparansi antara penyedia, sekolah, dan pemerintah.

 

Ketika tanggung jawab dipingpong, yang terdampak justru siswa mereka yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.

Kasus ini bukan insiden pertama dalam pelaksanaan MBG di daerah. Sebelumnya, publik juga dihebohkan menu buruk, porsi tidak layak, hingga dugaan manipulasi distribusi.

Kini, masyarakat menuntut transparansi dan perbaikan menyeluruh. Sebab bila dibiarkan, MBG hanya akan menjadi program besar yang berjalan tanpa arah, tanpa pengawasan, dan tanpa keberpihakan pada anak.

 

 

Baca Sebelumnya

56 WNI Korban Online Scam dari Myanmar Mulai Dipulangkan Oleh KBRI Yangon

Baca Selanjutnya

Bukan Sekadar Nama, Ini Makna di Balik Nama Pusat Oleh-Oleh Kendedes Kota Batu

Tags:

MBG viral SMPN 4 Kota Blitar Blitar Kota Blitar dapur Menu sekolah Makan bergizi gratis Mentah telur

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda