KETIK, BLITAR – Ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Blitar menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis 7 Mei 2026. Massa datang membawa tuntutan agar pemerintah dan aparat bertindak tegas terhadap organisasi yang mengatasnamakan PSHT namun dinilai tidak memiliki legalitas resmi.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan aspirasi terkait keresahan yang selama ini dirasakan anggota PSHT di Kabupaten Blitar.
Ketua Cabang PSHT Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, mengatakan pihaknya telah berupaya menempuh jalur komunikasi dengan berbagai pihak pemerintah daerah. Namun hingga kini, menurutnya belum ada langkah konkret yang dilakukan.
“Kami sudah beberapa kali mengirim surat ke DPRD, Bupati, KONI hingga Wakil Bupati, tetapi belum ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya saat menyampaikan orasi.
Menurutnya, keberadaan kelompok yang disebut mengatasnamakan PSHT tanpa badan hukum itu telah memicu keresahan di masyarakat. Bahkan, selama bertahun-tahun anggota PSHT disebut kerap mengalami intimidasi hingga tindakan kekerasan.
“Kami hanya ingin ada kepastian hukum dan perlindungan bagi anggota kami,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Blitar AKBP Rivanda memastikan Forkopimda Kabupaten Blitar akan segera melakukan koordinasi bersama guna mencari solusi terbaik agar situasi tetap kondusif.
“Kami bersama Forkopimda akan menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk membahas persoalan ini,” kata Rivanda.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi dialog antara seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut. DPRD juga meminta seluruh anggota PSHT tetap menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
“Kami berharap semua pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas Kabupaten Blitar sambil menunggu proses tindak lanjut dari pemerintah daerah dan Forkopimda,” ujar Supriadi.
Aksi damai ini sempat menjadi perhatian masyarakat yang melintas di sekitar kawasan Kanigoro. Meski diikuti ratusan peserta, kegiatan berlangsung aman hingga massa membubarkan diri secara tertib menjelang sore hari.
