Ratusan Warga Iringi Kirab Wedus Kendit di Desa Tumpang Blitar, Tradisi Sejak 1918 Tetap Menyala

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

5 Des 2025 14:12

Thumbnail Ratusan Warga Iringi Kirab Wedus Kendit di Desa Tumpang Blitar, Tradisi Sejak 1918 Tetap Menyala
Tradisi Kirab Budaya Wedus Kendit dan Sedekah Bumi Desa Tumpang Kabupaten Blitar, Jumat 5 Desember 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Di bawah rimbun pepohonan Sumber Cangkring, suara gamelan, tabuhan jedor, dan langkah warga yang menyatu membentuk irama tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Desa Tumpang, Kecamatan Talun, kembali menggelar kirab budaya Wedus Kendit dan Sedekah Bumi ritual adat yang sudah hidup lebih dari satu abad, Jumat, 5 Desember 2025.

Ratusan warga terlihat khidmat mengiringi seekor kambing bercorak belang khas, sang “Wedus Kendit”, yang menjadi simbol doa keselamatan bagi desa. Di antara keramaian, Kepala Desa Tumpang, Agus Salim, berdiri memimpin jalannya prosesi.

“Hari ini kita menggelar bukak ladon selamatan among tani kirab budaya Wedus Kendit dan Sedekah Bumi,” ujar Agus.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

“Menyembelih Wedus Kendit dan memberikan sedekah bumi adalah cara kami melestarikan budaya lokal.”

Sebelum disembelih, kambing berkendit ini dikirab terlebih dahulu. Warga dari berbagai RT/RW juga turut ambil bagian, termasuk lewat lomba tumpeng yang sudah digelar sehari sebelumnya.

“Ini sudah menjadi rangkaian kegiatan sejak kemarin. Sumber Cangkring pun kita jadikan ruang ekspresi budaya yang terus hidup,” kata Agus.

Tradisi ini memiliki cerita panjang. Wedus Kendit bukan sekadar kambing biasa; sejak tahun 1918, hewan dengan corak putih-melingkar ini dipercaya sebagai simbol tolak balak.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

“Dulu ketika terjadi bencana alam, wabah penyakit, dan gagal panen, nenek moyang kita melakukan wasilah dengan menyembelih Wedus Kendit untuk memohon keselamatan,” tutur Agus.

“Kita hanya meneruskan warisan ini agar tidak hilang di telan zaman.”

Di sisi lain, pemerintah daerah melihat tradisi ini memiliki nilai budaya yang sangat kuat. Plt Kabid Budaya Disbudpar Kabupaten Blitar, Hastomo Ali, menilai tradisi Wedus Kendit layak masuk daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia.

“Ini tradisi ratusan tahun, benar-benar nguri-nguri budaya,” ungkap Hastomo.

“Secara umur, tradisi ini sudah mencukupi menjadi WBTb, meskipun masih ada persyaratan lain yang harus dipenuhi. Kami akan mendorong dan mengawalnya agar bisa terdaftar secara resmi," jelssnya.

Keunikan Wedus Kendit corak garis putih yang melingkari tubuh kambing menjadi ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Keunikan itu pula yang menjaga tradisi ini tetap hidup.

Prosesi kirab berakhir dengan penyembelihan Wedus Kendit dan makan bersama warga sebagai simbol syukur atas hasil bumi tahun ini.

Tradisi boleh tua, tapi semangat masyarakat Tumpang membuktikan bahwa budaya tidak pernah usang selama ada yang menjaganya.(*)

Baca Sebelumnya

Kemendag Cek Stok Minyakita Sambut Nataru 2026, Prediksi Alami Kenaikan 30 Persen

Baca Selanjutnya

2 Bulan Fokus Pemulihan Cedera, Risto Mitrevski Kembali Gabung Persebaya

Tags:

Wedus Kendit Desa Tumpang Blitar Kabupaten Blitar budaya Tradisi kirab

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

7 April 2026 18:44

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar