PMII Blitar Desak APH Perketat Pengawasan Tambang di Blitar

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Muhammad Faizin

30 Jan 2025 19:15

Thumbnail PMII Blitar Desak APH Perketat Pengawasan Tambang di Blitar
Tambang pasir di Blitar, Kamis 30 Januari 2025. (Foto: Favan/Ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar menggelar Forum Reboan dengan tema “Bagaimana Peran APH dalam Pengawasan Eksploitasi Tambang di Blitar?” pada Rabu (29/1/2025) malam.

Diskusi yang berlangsung di Sekretariat PC PMII Blitar itu dihadiri puluhan kader dari berbagai kampus di Blitar Raya.

Ketua PC PMII Blitar, Muhammad Thoha Ma’ruf, memimpin jalannya diskusi. Ia menegaskan bahwa eksploitasi tambang pasir dan batu (sirtu) di Blitar telah menimbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat.

Menurut Thoha, Blitar memiliki sejumlah sungai yang menjadi jalur aliran lahar Gunung Kelud, seperti Kali Putih dan Kali Bladak. Namun, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali justru lebih banyak membawa kerugian dibandingkan manfaat bagi masyarakat setempat.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

“Pemanfaatan yang asal-asalan ini lebih banyak mendatangkan mudharat daripada manfaatnya. Banyak lahan yang rusak, sawah petani terancam, jalanan hancur, dan udara menjadi penuh debu akibat aktivitas tambang yang tidak terkendali,” ujar Thoha.

Ia juga menyoroti sejumlah insiden yang terjadi di lokasi tambang, termasuk kecelakaan yang merenggut nyawa pekerja. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa kurangnya pengawasan bisa berakibat fatal bagi keselamatan manusia.

“Beberapa waktu lalu, ada orang yang meninggal di lokasi pertambangan. Kalau ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan ada korban lagi,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, PMII Blitar mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk lebih tegas dalam mengawasi dan menertibkan aktivitas tambang ilegal. Mereka meminta agar patroli dan inspeksi dilakukan secara berkala di kawasan wilayah lahar (KWL) demi mencegah dampak yang lebih luas.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

“Kami menuntut APH untuk segera bertindak. Jika aktivitas tambang yang menyalahi aturan masih terus berjalan, maka itu tanda bahwa mereka gagal menjalankan tugasnya. Lebih baik mundur saja daripada tidak bisa menegakkan aturan,” kata Thoha dengan nada tegas.

Selain itu, PMII Blitar juga menyoroti kepemilikan tambang yang didominasi oleh perusahaan luar daerah. Menurut mereka, keuntungan justru dinikmati oleh pihak luar, sementara masyarakat Blitar harus menanggung dampak negatifnya.

“Setelah kami telusuri, banyak tambang yang dikelola perusahaan dari luar Blitar. Mereka yang dapat untung, sementara masyarakat lokal yang harus menanggung jalan rusak, debu, dan dampak buruk lainnya,” ungkap Thoha.

Sebagai solusi, PMII Blitar menyarankan agar aktivitas tambang lebih diarahkan pada metode manual yang minim dampak lingkungan, dibandingkan penggunaan alat berat seperti ekskavator yang cenderung merusak ekosistem sekitar.

“Pertambangan dengan alat manual lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan ekskavator yang mengeruk tanah secara besar-besaran. Jika tambang tetap ada, maka harus ada regulasi yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dengan adanya forum ini, PMII Blitar berharap APH dapat segera bertindak tegas terhadap tambang ilegal dan memastikan keberlanjutan lingkungan serta keselamatan masyarakat Blitar tetap terjaga. (*) 

Baca Sebelumnya

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Baca Selanjutnya

Angin Kencang Sebabkan 9 Kasus Pohon Tumbang di Kota Malang

Tags:

PMII Desak APH Perketat Pengawasan Tambang pasir Blitar Kabupaten Blitar

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar