Meski Berstatus Dibekukan, MWC NU Sutojayan Blitar Tetap Bergerak Siapkan Imam Ramadan

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

7 Feb 2026 15:16

Thumbnail Meski Berstatus Dibekukan, MWC NU Sutojayan Blitar Tetap Bergerak Siapkan Imam Ramadan
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sutojayan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) imam sholat, khatib, bilal, serta muroqqi masjid se-Kecamatan Sutojayan, Sabtu 7 Februari 2026 pagi. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Di tengah dinamika organisasi yang sedang tidak mudah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sutojayan justru memilih tetap melangkah.

Menjelang Bulan Suci Ramadan, MWC NU Sutojayan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) imam sholat, khatib, bilal, serta muroqqi masjid se-Kecamatan Sutojayan, Sabtu 7 Februari 2026 pagi.

Masjid NU Sutojayan menjadi saksi puluhan takmir masjid dan imam dari berbagai desa berkumpul. Sejak pagi, suasana terasa berbeda hening, khusyuk, namun penuh semangat belajar.

Mereka tidak sekadar duduk mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik bacaan sholat, pendalaman fiqih keimaman, hingga pembahasan teknis pelaksanaan sholat tarawih agar tetap sesuai tuntunan syariat.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Ketua MWC NU Sutojayan, H. Sudja’i, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral NU dalam menjaga kualitas ibadah umat, khususnya selama Ramadan. Menurutnya, imam bukan hanya pemimpin sholat, tetapi penentu suasana batin jamaah.

“Ramadan itu bukan soal cepat atau lambatnya tarawih, tapi soal kekhusyukan. Jangan sampai ibadah berubah jadi lomba kecepatan. Di sinilah peran imam menjadi sangat penting,” ujar H. Sudja’i.

Ia juga menyinggung kondisi organisasi MWC NU Sutojayan yang saat ini berstatus dibekukan oleh PCNU Kabupaten Blitar. Namun, menurutnya, status tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti mengabdi kepada umat.

“Secara struktural mungkin dibekukan, tapi secara tanggung jawab keumatan kami tidak pernah berhenti. Mengurus ibadah, pengajian, dan kebutuhan umat tetap harus jalan,” tegasnya.

Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

Hal senada disampaikan Salam, Ketua Ranting NU Sutojayan yang juga aktif sebagai imam tarawih. Ia menyebut, diklat ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi antar-imam dan takmir masjid, agar pelaksanaan ibadah Ramadan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Seluruh takmir masjid se-Kecamatan Sutojayan hadir. Kita ingin ada standar bersama. Kalau tidak dibekali, tiap masjid punya gaya masing-masing ada yang terlalu cepat, ada yang terlalu lama. Ini yang kita rapikan,” jelas Salam.

Menurutnya, keseragaman ritme bukan untuk menyeragamkan secara kaku, tetapi agar jamaah merasa nyaman dan tidak bingung berpindah masjid selama Ramadan.

Sementara itu, Ahmad Rifa’i, salah satu peserta diklat, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. Ia menilai, kualitas imam sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jemaah dalam beribadah.

“Imam itu pusatnya jemaah. Kalau bacaannya fasih, tertib, dan tartil, jamaah akan lebih tenang dan menikmati ibadahnya. Apalagi di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Diklat ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan lebih tertib, khusyuk, dan penuh keberkahan.(*)

Baca Sebelumnya

Mengubah Kerja Sama Menjadi Kesejahteraan melalui MAD Tahunan Bumdesma Sumbergempol Tulungagung

Baca Selanjutnya

Innalillah, Wabup Klaten Benny Indra Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Tags:

MWC nu Sutojayan Imam sholat tarawih Blitar Kabupaten Blitar

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Sinergi Desa dan Petani, Sragi Talun Blitar Perkuat Ketahanan Pangan dari Akar Rumput

16 April 2026 16:37

Sinergi Desa dan Petani, Sragi Talun Blitar Perkuat Ketahanan Pangan dari Akar Rumput

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H