Dugaan Skandal Keuangan Kemenag Kabupaten Blitar, Anggota DPRD Minta APH Segera Usut Tuntas

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

21 Agt 2024 07:23

Thumbnail Dugaan Skandal Keuangan Kemenag Kabupaten Blitar, Anggota DPRD Minta APH Segera Usut Tuntas
Anggota DPRD Kabupaten Blitar Hendik Budi Yuantoro, Rabu (21/8/2024). (Foto: Favan/ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Dugaan adanya skandal keuangan di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Blitar telah menarik perhatian legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Blitar Hendik Budi Yuantoro menilai kasus dugaan penyelewengan keuangan di Koperasi Kemenag Kabupaten Blitar tidak bisa didiamkan begitu saja.

Hendik berharap aparat penegak hukum (APH) segera jemput bola, dan melakukan pengusutan secara tuntas. 

“Agar tidak timbul syak wasangka lebih jauh, APH sebaiknya turun, melakukan pengusutan tuntas,” tegas Hendik pada awak media, Rabu (21/08/2024).

Dugaan skandal keuangan tersebut informasinya senilai milyaran rupiah. Salah satunya yaitu proyek pengadaan sapi dan pakan ternak senilai Rp400 juta yang diduga tidak ada pertanggungjawabannya.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Koperasi kemenag Kabupaten Blitar juga diketahui memiliki unit usaha Agro di luar unit simpan pinjam. Unit Agro tersebut memiliki program usaha sapi, pakan ternak dan sewa lahan untuk tanaman tebu yang bekerja sama dengan Perhutani.

Pada praktiknya, modal sapi yang dikelola oleh sejumlah oknum pengurus koperasi itu, diduga tidak ada wujudnya. Modal yang bersumber dari anggota koperasi yang berjumlah 700-an itu diduga hanya dibuat bancakan.

Dugaan skandal keuangan pun terjadi juga pada pengadaan seragam batik dinas ASN Kemenag. Pengadaan batik senilai Rp200 juta tersebut gagal, lantaran uangnya diduga diputar oleh pengurus koperasi.

Usut punya usut, uang ratusan juta diduga dipakai untuk sejenis money game dengan harapan dapat untung, tapi ternyata tidak kembali. Amburadulnya pengelolaan keuangan koperasi Kemenag Kabupaten Blitar juga terjadi pada unit simpan pinjam.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Ada kredit macet atau tunggakan keuangan sebesar Rp5 miliar, dengan penunggak terbesar diduga datang dari para oknum pengurus koperasi beserta koleganya sendiri.

Informasinya, nilai agunan yang digunakan untuk pinjaman tidak sebesar dana koperasi yang dipinjam.

Hendik mengaku prihatin lantaran Kemenag merupakan institusi yang berbasis agama. Kemudian juga muncul suara-suara di masyarakat jika selama ini Kemenag memanglah seperti kerajaan yang tidak tersentuh.

Terutama di wilayah Kabupaten Blitar, penataan sumber daya organisasi di kemenag ditengarai kental aroma feodal, mengutamakan kedekatan, keluarga, dan bukan meritokrasi.

Kemudian lantaran memiliki hierarki vertikal, banyak kegiatan terutama menyangkut bantuan keuangan di Kemenag Kabupaten Blitar yang diduga tidak termonitor maksimal, kecuali saat Itjen Kemenag melakukan pemeriksaan.

Agar tidak timbul spekulasi, lanjut Hendik, yang mengarah pada syak wasangka lebih jauh, APH kejaksaan atau kepolisian sebaiknya melakukan pengusutan, membuktikan ada tidaknya dugaan skandal keuangan tersebut.

“Ada tidaknya dugaan skandal keuangan itu hanya bisa dibuktikan oleh APH yang segera turun melakukan pengusutan,” pungkas Hendik.

Foto Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar Baharuddin, Rabu (21/8/2024). (Foto: Favan/ketik.co.id)Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar Baharuddin, Rabu (21/8/2024). (Foto: Favan/ketik.co.id)

Sebelumnya pada saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar Baharuddin, tidak membantah adanya persoalan keuangan di koperasi Kemenag Kabupaten Blitar.   

Menurut dia itu merupakan hal wajar, dengan alasan hampir semua koperasi memiliki persoalan keuangan, bukan hanya koperasi kemenag Kabupaten Blitar.

“Saya kira di setiap lembaga koperasi problem itu ada, itu sudah dibahas di RAT kemarin dan jadi bagian dari upaya penyelesaian,” ungkap Baharuddin.

Sempat beredar kabar juga persoalan keuangan di koperasi kemenag Kabupaten Blitar mencapai Rp11 miliar. Baharuddin tegas membantah nilainya sebesar itu, dengan alasan tidak proporsional.

Baharuddin menjelaskan jika aset koperasi kemenag Kabupaten Blitar sebesar Rp14 miliar, karenanya tidak masuk akal jika nilai problem keuangan mencapai Rp11 miliar. 

“Hal itu tidak benar karena nilai aset anggota hanya Rp13 miliar, maksimal Rp14 miliar. Sangat tidak masuk akal,” tegas Baharuddin.

Pihaknya juga tidak membantah ada persoalan pengadaan seragam batik ASN di Koperasi Kemenag, namun itu semua kata Baharuddin, sudah terselesaikan.

Pengadaan seragam batik yang sempat terkendala itu, kata Baharuddin, senilai Rp200 juta dan berlangsung pada masa kepemimpinan Kepala Kantor Kemenag lama, yakni Taufiq dan juga Ketua Koperasi lama.

“Pembayaran memang sempat terkendala tapi sudah terselesaikan,” ujar Baharuddin.

Terkait dugaan skandal proyek sapi unit Agro, Baharuddin mengatakan tanggungjawab itu berada di tangan pengelola. Ia menyebut nilainya sekitar Rp400 juta, dan saat ini berada dalam pertanggung jawaban pengelola koperasi.

Baharuddin menegaskan, koperasi sejauh ini tidak dirugikan karena ada proses pertanggungjawaban. Ia juga menambahkan namanya unit usaha baru opsinya hanya dua, yakni sukses untung atau gagal rugi.

“Saat ini dalam tanggung jawab pengelola, artinya koperasi tidak dirugikan,” pungkas Baharuddin.(*)

Baca Sebelumnya

Pertama di Kabupaten Tabanan, Fakultas Psikologi UM Beri Pendampingan Pendidikan Inklusi

Baca Selanjutnya

Kadiskominfo Yosep:  Bangun Humanity sebagai Ruh Organisasi PWI

Tags:

Kementrian Agama Kabupaten Blitar Kemenag Skandal keuangan DPRD Blitar Kabupaten Blitar Hendik Yuantoro Baharuddin

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H