Diduga Pikun, Lansia Selorejo Blitar Meninggal Tertemper Kereta Api Gajayana

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Aziz Mahrizal

18 Feb 2025 13:00

Thumbnail Diduga Pikun, Lansia Selorejo Blitar Meninggal Tertemper Kereta Api Gajayana
Proses evakuasi korban tertemper KA Gajayana di Selorejo, Blitar, Selasa 18 Februari 2025. (Foto: Favan/ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Gajayana di emplasemen Stasiun Pohgajih, Selasa 18 Februari 2025. Peristiwa nahas itu tepatnya terjadi di wesel 2, Dusun Soponyono, Desa Pohgajih, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.

Kasubsi PIDM SIHUMAS Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.21 WIB. 

“Benar, seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Gajayana nomor 36 pada Selasa pagi sekitar pukul 06.21 WIB di emplasemen Stasiun Pohgajih,” ujarnya, Selasa 18 Februari 2025.

Korban diketahui berinisial SW, seorang laki-laki berusia 68 tahun, beragama Islam, dan bekerja sebagai tukang kayu. Ia merupakan warga Desa Sukanyar, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Dua orang saksi yang pertama kali mengetahui kejadian ini adalah Tedy Pradana (23), warga Dusun Bumiayu, Desa Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan Ilham Kurniawan, warga Jalan Ir. Rais, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Menurut laporan, pada Selasa, 18 Februari 2025, sekitar pukul 06.18 WIB, petugas sekuriti stasiun mendapatkan informasi dari masinis KA Gajayana nomor 36 bahwa ada seorang pria tertemper kereta di emplasemen Stasiun Pohgajih, tepatnya di wesel 2, KM 86. Mendapat laporan tersebut, saksi Tedy Pradana segera mencari korban di lokasi kejadian. 

“Saat saya tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di sebelah utara jalur rel,” ungkapnya.

Selanjutnya, saksi menghubungi warga setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selorejo. Setelah polisi tiba di lokasi, korban segera dievakuasi dan dibawa ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Petugas medis dari Puskesmas Selorejo melakukan pemeriksaan visum luar terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki gangguan pendengaran dan demensia (pikun), sehingga diduga tidak menyadari keberadaan kereta api yang melintas. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai murni kecelakaan. 

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan dan tidak menuntut atas kejadian ini,” terang IPDA Putut Siswahyudi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki anggota keluarga lansia, untuk lebih berhati-hati dan selalu mengawasi pergerakan mereka agar tidak terjadi kejadian serupa.(*)

Baca Sebelumnya

HPN 2025: Rumah Jurnalis Gelar Workshop Jurnalistik Gandeng Kejari Pacitan

Baca Selanjutnya

Beri Sosialisasi Hukum ke Pelajar dan Mahasiswa, Kajari Pacitan Ingatkan Ini

Tags:

tewas lansia Tertabrak kereta Gajayana Blitar Kabupaten Blitar polres Putut kereta api Gajayana selorejo pikun

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar