Waspada Iming-iming Kerja ke Luar Negeri, Dua Warga Pacitan Terjebak Jalur Ilegal

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

19 Nov 2025 15:54

Thumbnail Waspada Iming-iming Kerja ke Luar Negeri, Dua Warga Pacitan Terjebak Jalur Ilegal
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono, saat menunjukkan contoh flyer tawaran kerja luar negeri yang resmi usai pengecekan, Rabu, 19 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Disdagnaker setempat mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri.

Peringatan ini disampaikan setelah maraknya flyer dan poster yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri, namun setelah dicek ternyata ilegal.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono, mengatakan bahwa tawaran semacam ini sering kali dimanfaatkan agen tidak bertanggung jawab.

"Hati-hati dengan flyer dan poster yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri. Tolong dicek terlebih dahulu, bisa ditanyakan ke WhatsApp Disdagnaker Pacitan," katanya, Rabu, 19 November 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Dalam hal ini, Supri memaparkan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) terbagi menjadi dua kategori: prosedural dan non-prosedural. 

PMI prosedural adalah mereka yang berangkat melalui mekanisme resmi pemerintah, dilengkapi dokumen, pelatihan, kontrak kerja yang jelas, serta perlindungan dari negara. 

Sementara itu, PMI non-prosedural berangkat tanpa dokumen lengkap, tanpa pendampingan, dan sangat rentan menjadi korban eksploitasi atau bahkan perdagangan orang.

"Banyak kasus bermula dari iming-iming tersebut, lalu berakhir pada kerugian bagi korban, baik secara ekonomi maupun keselamatan," paparnya.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Padahal, imbuhnya, pemerintah sudah menyediakan skema pembiayaan dan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang prosedural.

"Kalau non prosedural, pemerintah tidak bisa menjamin keselamatannya," jelasnya.

Di Pacitan sendiri, Disdagnaker mencatat dua kasus serius dalam lima tahun terakhir. 

Pertama, seorang pria yang diketahui meninggal dunia saat bekerja di luar negeri tanpa melalui jalur resmi, hingga dipulangkan negara.

Kedua, seorang wanita asal Kecamatan Tulakan yang hingga kini belum bisa pulang ke tahah air.

Wanita tersebut berangkat ke luar negeri dengan bantuan agen. Ia diminta melengkapi berkas, lalu diberangkatkan ke Batam sebelum naik kapal menuju Malaysia. 

"Setelah tiba dan bertemu majikan, ia (wanita) bekerja tanpa menerima gaji selama delapan bulan pertama. Kejadian itu berlangsung sejak 2011. Selama tinggal di sana, ia bahkan dieksploitasi, menikah siri dan memiliki dua anak," ceritanya.

Supriyono menambahkan bahwa kasus-kasus seperti ini menjadi bukti betapa berbahayanya jalur non-prosedural. 

Selain tidak mendapatkan perlindungan hukum maupun sosial, korban sering mengalami eksploitasi berkepanjangan.

"Hingga kini proses pemulangannya belum dapat dilakukan. Perempuan tersebut berharap bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk bisa kembali ke tanah air," ungkapnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 Disdagnaker Pacitan telah mencatat 200-an calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat secara prosedural ke luar negeri. 

Mereka kini sedang menyiapkan dokumen sesuai aturan dan mengikuti proses resmi agar memperoleh perlindungan penuh dari pemerintah.

"Kami berharap masyarakat Pacitan selalu memastikan bahwa setiap tawaran kerja di luar negeri berasal dari sumber resmi dan terdaftar di instansi pemerintah, sehingga risiko kerugian dapat dihindari," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Persiapan Relokasi Sementara, Lapak Bekas Pedagang Pasar Gadang Mulai Dibongkar

Baca Selanjutnya

Musda HIPMI Papua Barat Daya Dianggap Cacat oleh BPC HIPMI Sorong Selatan

Tags:

Pekerja Migran Indonesia Disdagnaker Pacitan pacitan tenaga kerja kasus PMI KBRI CPMI Pacitan lowongan kerja luar negeri

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar