KETIK, MALANG – Pemadaman listrik bergilir yang kerap melanda wilayah Malang dalam beberapa hari terakhir membawa dampak signifikan. Guna mengantisipasi lumpuhnya aktivitas usaha, warga berbondong-bondong membeli generator set (genset).
Peningkatan permintaan ini salah satunya terlihat di Toko Mega Teknik yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Toko penyedia alat teknik tersebut mencatat lonjakan penjualan genset yang mulai terasa sejak dua minggu terakhir.
"Untuk kenaikan penjualan, bisa sampai 50 persen dibandingkan sebelum adanya kejadian pemadaman listrik bergilir," ujar pemilik Toko Mega Teknik, Agus kepada Ketik.com, Minggu, 21 Juni 2026.
Agus menjelaskan, jenis genset yang paling banyak dicari adalah varian portabel dengan kapasitas daya menengah antara 2.000 hingga 5.000 watt. Kapasitas tersebut dinilai sudah ideal untuk memenuhi kebutuhan listrik skala warung maupun rumah tinggal.
"Harganya cukup terjangkau, untuk genset kapasitas 2.000 watt kisaran antara Rp2 juta hingga Rp3 juta tergantung mereknya. Kalau yang genset kapasitas 5.000 watt ke atas juga ada yang mencari, tetapi biasanya sudah masuk ranah industri," ungkapnya.
Baca Juga:
Ascent Hospitality Group Meriahkan Wedding Show 2026 di Tidar Hotel & Cottage Malang, Tawarkan Inspirasi Pernikahan ImpianNamun, dampak ketegangan di Timur Tengah serta tingginya permintaan pasar membuat harga genset perlahan merangkak naik. Beruntung, kenaikan harga tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dan masih bisa ditoleransi oleh konsumen.
"Ada sedikit kenaikan harga antara 5 hingga 10 persen. Sedangkan untuk stok, kami masih aman selama tidak ada kendala dari supplier," jelasnya.
Kondisi ini juga memaksa para pelaku usaha memutar otak. Adi, seorang pemilik warung makan, bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menuju Kota Malang demi berburu genset. Langkah ini diambil karena wilayah tempat tinggalnya tak luput dari giliran pemadaman.
"Ini saya mau beli genset kapasitas 1.200 watt, antisipasi apabila listriknya kembali padam. Beberapa hari lalu, listrik di tempat saya padam sampai malam hingga akhirnya usaha warung makan saya terpaksa tutup lebih awal," terangnya.
Baca Juga:
Perbakin Kota Malang Latber Mahameru Shooting Club, Asah Kemampuan dan Pererat SilaturahmiAdi juga menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak terkait mengenai jadwal pemadaman berkala tersebut. Akibatnya, ia harus proaktif mencari informasi secara mandiri.
"Tidak ada pemberitahuan sama sekali dari PLN, tahu-tahu listrik sudah padam. Akhirnya, saya harus mencari sendiri informasi di media sosial dan sebagai masyarakat, saya berharap masalah pemadaman listrik bergilir ini bisa segera diselesaikan," pungkasnya. (*)