KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wabup Situbondo Ulfiyah, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie dan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian menghadiri kegiatan Hari Jadi atau Piodalan Pura Jagatnata di Perum Panorama, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat 1 Mei 2026.
Keterangan yang disampaikan Juru Mangku Pura Jagatnata, I Wayan Karba menyampaikan bahwa piodalan merupakan hari jadi pura yang dirayakan secara rutin sebagai bentuk rasa syukur serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat hindu.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar umat Hindu di daerah Kabupaten Situbondo. “Piodalan Pura Jagatnata ini, sekarang sudah berusia 20 tahun. Kami berharap umat semakin meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga keharmonisan antar sesama umat beragama,” ujar I wayan Karba.
Kegiatan piodalan ini, lanjut I Wayan Karba, tidak hanya diisi dengan persembahyangan, tetapi juga dihadiri Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wabup Situbondo Ulfiyah, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie dan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian.
“Atas nama pribadi maupun atas nama juru mangku Pura Jagatnata, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wabup Situbondo Ulfiyah, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie dan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian membarengi Umat Hindu yang melaksanakan Piodalan,” tutur I Wayan Karba.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, lanjut Juru Mangku Pura Jagatnata, diharapkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan dapat terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat yang beragam agama.
“Kerukunan Umat Beragama di lokasi Pura Jagatnatha sangat baik. Walaupun kami minoritas di daerah ini, tapi masyarakat di tempat ini mendukung adanya kegiatan keagamaan Umat Hindu,” pungkas I Wayan Karba.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, kehadirannya bersama Forkopimda Situbondo memenuhi undangan Hari Jadi atau Piodalan Pura Jagatnata ke-20 tahun.
“Kehadiran saya bersama Forkopimda untuk membersamai Umat Hindu yang sedang melaksanakan upacara Hari Jadi atau Piodalan Pura Jagatnata ke-20. Sebagai bupati, saya senang bisa menghadiri undangan ini,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Bupati menyampaikan bahwa perayaan Piodalan di Pura Jagatnata bukan hanya sebagai bentuk ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai toleransi, kerukunan, dan kebersamaan antarumat beragama.
Oleh karena itu, bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga harmoni sosial serta saling menghormati perbedaan yang ada. “Hampir semua kabupaten di Indonesia tidak ada hanya satu agama tertentu, ada yang dominan, ada yang terbanyak. Misalnya, di Situbondo ada yang beragama Kristen, Hindu, Budha dan Islam,” tuturnya.
Selain itu, Bupati Situbondo juga menjelaskan keberagaman budaya yang ada merupakan kekayaan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Saya berharap kegiatan Piodalan ini bisa membawa kedamaian, kesejahteraan, serta mempererat persatuan masyarakat, khususnya di Kabupaten Situbondo, karena kita di bawah naungan NKRI” pungkas Mas Rio.
Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, keanekaragaman yang ada di Kabupaten Situbondo merupakan hal khasana, bukan untuk memecahbelah. Tetapi, menjadi suatu keunikan yang memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Situbondo.
“Kami dari Polres Situbondo berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban apabila ada kegiatan keagamaan yang dilaksanakan seluruh umat beragama di Kabupaten Situbondo, sehingga pelaksanaan ibadah berlangsung lancar dan tidak ada gangguan,” tegas Kapolres Situbondo.
Dilain pihak, Komandan Kodim 0823 Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian mengatakan bahwa, terkait dengan kegiatan keagamaan Babinsa yang ada di desa-desa selalu monitor dan membantu Polri dalam pengamanan.
“Kami dari Kodim 0823 Situbondo siap mendukung kegiatan keagamaan yang dilaksanakan Umat Hindu, Bhuda, Kresten dan Islam. Karena keragaman agama dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika tersebut, sangat indah,” tutur Letkol Inf Ferry Ardian. (*)
