Wanita Wajib Tahu Berikut Penyebab Kanker Payudara

Editor: Shinta Miranda

31 Okt 2022 09:18

Headline

Thumbnail Wanita Wajib Tahu Berikut Penyebab Kanker Payudara
National Hospital menggelae acara Pink Talk bertema Love Your Breast. (Foto: Maria/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Penyakit Kanker payudara masih banyak dialami oleh perempuan, khususnya di Indonesia. Ada cara mudah untuk mencegah terjadinya kanker payudara yakni dengan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) dan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis). 

dr Andy A Sunanda, Sp.B (K) Spesialis bedah onkologi National Hospital Surabaya membeberkan keadaan penderita kanker Payudara saat ini ada beberapa wanita muda di usia 20 tahun menderita kanker Payudara. Menurut data yang paling banyak penderita penyakit ini wanita di umur 40 tahun. 

"Sekarang trennya ke arah lebih muda daripada yang dulu ya, sekarang 20, 30 (tahun) sudah cukup banyak karena memang sudah ada faktor edukasi," ungkapnya pada acara Pink Talk di National Hospital pada Senin,(31/10/2022). 

Untuk mencegah terjadinya keparahan kanker payudara dibutuhkan deteksi dini. Sebelum memeriksakan diri secara medis, perempuan bisa mengecek sendiri secara mandiri dengan Sadari. Selain itu, pemeriksaan medis bisa dilakukan dengan alat mammogram. 

Baca Juga:
Mahasiswa UB Ciptakan BUDDY, Deteksi Dini Kanker Payudara Berbasis AI dan Kamera Termal

Deteksi dini adalah cara paling tepat untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut. Deteksi yang paling gampang adalah dengan periksa secara Sadanis. Standar WHO itu harus menggunakan alat mammogram. 

Kanker payudara masih menduduki angka kejadian kanker di Indonesia. Salah satu gejala yang sering diabaikan ialah munculnya benjolan tanpa rasa nyeri. 

Menurut dr Andy A Sunanda, masih banyak perempuan di Indonesia salah persepsi menganggap benjolan yang terasa nyeri lebih berbahaya dibanding yang tidak. 

"Padahal benjolan yang terasa nyeri itu biasanya karena infeksi. Yang harus lebih diwaspadai itu benjolan yang tidak terasa nyeri selama berbulan-bulan, karena gejala kanker awal-awal memang tidak ada rasa nyeri," terangnya.

Baca Juga:
Gerai Sehat Rorotan PTTEP - Dompet Dhuafa Gelar Seminar Kesehatan Cegah Dini Kanker Payudara

dr Andy mengungkapkan kanker payudara merupakan tumor ganas yang ada di area payudara. Penyebabnya, 10 persen berasal dari keturunan atau genetika dan 90 persen masih belum diketahui penyebabnya. 

"Meningkatkan beberapa faktor risiko seperti tidak punya anak, tidak menyusui kemudian terapi hormonal seperti itu bisa menyebabkan risiko penyebab kanker payudara," paparnya. 

Untuk menurunkan risiko kanker payudara, wanita yang sudah memiliki anak wajib memberikan asi secara eksklusif selama 2 tahun. 

Pasalnya, salah satu faktor risiko penyebab kanker yakni adanya riwayat kanker dalam keluarga, menggunakan kontrasepsi hormonal, tidak mempunyai keturunan, hingga tidak menyusui. 

"Menyusui anak sampai 2 tahun itu sangat penting. Karena salah satu manfaatnya bisa menurunkan risiko terjadinya kanker 7-8 kali lipat," ungkapnya. 

Hal ini, bisa mengurangi keterpaparan seumur hidup seorang wanita terhadap hormon seperti estrogen, yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara. 

Dokter Andy kembali mengingatkan agar para perempuan rajin melakukan upaya preventif sekunder Sadari. Sadari bisa dilakukan 7 sampai 10 hari setelah menstruasi. 

"Kanker payudara ini tidak bisa dicegah dengan upaya preventif premier, seperti 3M pada DBD atau pemberian vaksin HPV pada kanker serviks. Yang bisa dilakukan adalah upaya preventif sekunder, menemukan penyakit sebelum ada keluhan atau gejala," imbuhnya. 

Mengenai makanan yang dihindari untuk mencegah kanker menurut dokter Andy yaitu makanan yang banyak melalui proses seperti makanan yang diawetkan atau biasa disebut makanan kaleng dan beberapa olahan daging seperti sosis. 

"Boleh tapi dikurangi, termasuk asap yang menempel di makanan menjadi kasinogen yaitu zat yang mengakibatkan tumbuhnya kanker, jangan kepikiran tetap semangat insya Allah tidak kambuh lagi," ujarnya. 

Terakhir, ia juga berpesan bagi para survivor yang saat ini sedang berjuang melawan kanker payudara, untuk tetap fokus pada pengobatan yang dilakukan. 

"Semangat, pikiran jangan cemas dan yang terpenting jangan banyak dengarkan omongan orang lain. Sebab, emosi akan berpengaruh pada proses pengobatan yang dijalani, untuk itu penting tetap berpikir positif dan semangat," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

PUPR Terus Kebut Proyek Infrastruktur Wajib Selesai pada 2024

Baca Selanjutnya

Duplik MSAT Ungkap 70 Kejanggalan

Tags:

Kanker Payudara National Hospital Pink Talk

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar