KETIK, JEMBER – Keluarga Lutfiyah, pasien kanker payudara di Kabupaten Jember berharap pemerintah menghadirkan layanan pendampingan atau perawatan di rumah (home care) bagi penderita kanker. Menurut mereka, layanan tersebut akan sangat membantu pasien yang kondisinya sering menurun dan membutuhkan penanganan cepat.
Harapan itu disampaikan Dila, putri Lutfiyah, warga Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, yang saat ini masih menjalani pengobatan kanker payudara.
Ia berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas pendampingan bagi pasien kanker agar proses pengobatan menjadi lebih mudah dan keluarga memperoleh bantuan ketika kondisi pasien mendadak memburuk.
"Ya ke depannya ibu biar cepat sembuh. Ya semisal ibu ada apa-apa kan enak kalau di rumah. Kalau mendadak banget takut ngedrop kan enak kalau di rumah sudah ada yang bantuin," ujarnya, saat ditemui jurnalis Ketik.com pada Senin, 13 Juli 2026.
Lutfiyah juga mengaku berharap ada program khusus yang dapat mendampingi pasien kanker selama menjalani pengobatan. Menurutnya, pendampingan tersebut akan membantu pasien lebih berani menjalani terapi.
"Biar ada kemajuan. Biar yang sakit-sakit enggak ada yang takut, seperti saya. Bisa dibina gitu loh," katanya.
Berawal dari Ketakutan Menjalani Kemoterapi
Perjuangan Lutfiyah melawan kanker bermula sekitar tiga tahun lalu saat muncul benjolan kecil di payudaranya. Karena menganggap benjolan itu tidak berbahaya, ia tidak segera menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
"Saya enggak tahu kok tiba-tiba ada benjolan kecil gitu di payudara. Saya kira apa gitu. Kok semakin besar," ujarnya.
Meski beberapa kali diajak menjalani kemoterapi, rasa takut membuatnya terus menolak. Akibatnya, penyakit yang semula masih berada pada stadium awal berkembang menjadi stadium 4.
"Saya diajak kemo sama teman-teman, saya enggak mau. Diajak ke rumah sakit. Saya takut, enggak mau," tuturnya.
Kini, Lutfiyah telah menjalani kemoterapi setelah dokter memastikan kanker yang dideritanya telah memasuki stadium lanjut. Putrinya mengatakan sang ibu sudah menjalani kemoterapi untuk kedua kalinya setelah kondisinya semakin menurun.
"Sekarang ngedrop terus dibawa lagi kemarin, sekarang sudah dikemo kedua kali. Sudah dikunjungi sama pihak desa dua kali," ujarnya. (*)
.png)