Wali Kota Batu Soroti Minimnya Terasering, Pemicu Banjir Luapan di Bumiaji

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Dendy Ganda Kusumah

4 Apr 2026 15:11

Thumbnail Wali Kota Batu Soroti Minimnya Terasering, Pemicu Banjir Luapan di Bumiaji
Ilustrasi lahan yang menerapkan sistem terasering. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Banjir luapan yang terjadi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, disebut berkaitan erat dengan kerusakan tata kelola lahan di wilayah hulu. Hilangnya sistem terasering di lereng curam, ditambah peralihan pola tanam dari tanaman keras ke sayuran, dinilai mempercepat erosi tanah dan meningkatkan risiko luapan air saat hujan berintensitas tinggi.

Wali Kota Batu, Nurochman, menyoroti kondisi tersebut setelah melakukan peninjauan langsung di lapangan. Wali kota yang akrab disapa Cak Nur itu mengungkapkan masih banyak lahan pertanian di area lereng curam yang tidak lagi dilengkapi sistem penahan air yang memadai.

Kondisi tersebut diperparah dengan perubahan pola tanam dari tanaman keras, seperti apel, menjadi tanaman sayuran.

“Banyak lahan pertanian di wilayah hulu yang sudah tidak menggunakan sistem terasering. Dampaknya sangat terasa, salah satunya memicu banjir luapan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Ia menjelaskan, tanaman sayuran memiliki karakteristik akar pendek yang tidak mampu mengikat tanah sekuat tanaman keras. Akibatnya, tanah menjadi lebih mudah tergerus dan terbawa aliran air saat hujan deras.

“Tanaman sayur tidak memiliki akar yang kuat untuk menahan tanah. Akibatnya, saat hujan deras, material tanah mudah terbawa aliran air ke bawah,” jelasnya.

Selain faktor vegetasi, Cak Nur juga menyoroti teknik pengolahan lahan yang belum menerapkan prinsip konservasi tanah.

Pola pembuatan bedengan atau guludan yang cenderung terbuka tanpa pematang dinilai membuat struktur tanah semakin rentan terhadap erosi.

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

“Model guludannya sekarang tidak memiliki ketahanan karena tanpa pematang yang kuat. Ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, tanah menjadi sangat mudah tererosi,” katanya.

Di sisi lain, ia memahami bahwa peralihan ke tanaman sayur didorong faktor ekonomi karena masa panennya relatif singkat, yakni sekitar tiga hingga enam bulan.

Namun, ia mengingatkan bahwa orientasi jangka pendek tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak, khususnya para petani, untuk tidak hanya berpikir jangka pendek. Keuntungan cepat jangan sampai mengorbankan keselamatan masyarakat yang lebih luas,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Batu akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola tanam di wilayah rawan bencana.

Upaya ini diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan petani dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana.

“Perlu ada langkah konkret dan komitmen bersama. Menjaga kelestarian lingkungan serta menjamin keselamatan wilayah harus menjadi prioritas utama,” pungkas Cak Nur.

Baca Sebelumnya

Bazar RaDja Hidupkan UMKM, Alun-alun Kanigoro Blitar Dipadati Ratusan Pengunjung

Baca Selanjutnya

Ayam Poplo Hadir di Kota Malang, Sajikan Ayam Pop Khas Minang dengan Harga Terjangkau

Tags:

Lahan Pertanian Sistem Terasering Pemkot Batu Wali Kota Batu Nurochman Kota Batu

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Ada Apa? Sudah Pekan Kedua, Pendaftaran Sekda Kota Batu Masih Sepi Peminat

15 April 2026 19:56

Ada Apa? Sudah Pekan Kedua, Pendaftaran Sekda Kota Batu Masih Sepi Peminat

Genjot Sertifikasi Halal, Pemkot Batu Siapkan Ratusan Kuota Bantuan untuk UMKM

15 April 2026 19:18

Genjot Sertifikasi Halal, Pemkot Batu Siapkan Ratusan Kuota Bantuan untuk UMKM

Satresnarkoba Polres Batu Ringkus Pengedar Ekstasi, 40 Butir Jadi Barang Bukti

15 April 2026 16:29

Satresnarkoba Polres Batu Ringkus Pengedar Ekstasi, 40 Butir Jadi Barang Bukti

Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTV

15 April 2026 13:45

Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTV

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

15 April 2026 12:18

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

14 April 2026 22:03

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H