Waka DPR RI Siapkan Skema Dana BUN untuk Solusi Pemangkasan TKD

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

11 Okt 2025 12:57

Thumbnail Waka DPR RI Siapkan Skema Dana BUN untuk Solusi Pemangkasan TKD
Waka DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat pembukaan Festival Qasidah LASQI NJ se-Kab Bandung, di Gedung M Toha Soreang, Jumat (10/10/25).(Foto:Iwa/Ketik)

KETIK, BANDUNG – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari Rancangan Undang-undang APBN 2026 merupakan upaya mendisiplinkan anggaran oleh Kementerian Keuangan, yang selama ini menganggap ada idle dana yang masih mengendap di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Sebagai solusinya bagi daerah, kata Cucun, perlu disampaikan suatu skema keuangan daerah yang harus dipahami Kemenkeu dan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, terkait dana belanja modal dan belanja pegawai.

"Jadi, uang yang disimpan di RKUD itu bukan idle (mengendap) dana. Itu uang gaji pegawai yang disimpan untuk satu tahun karena tidak mungkin gaji dicairkan semua sekaligus pada bulan Januari," ungkap Cucun kepada wartawan di Gedung M Toha Soreang Kabupaten Bandung, Jumat 10 Oktober 2025.

Sedangkan dana untuk belanja modal, tukas Cucun, justru ini yang harus ditekankan. Karena itu pihaknya tengah menyiapkan skema terkait flexibility UU APBN 2026.

Baca Juga:
Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

"Kalaupun ternyata ada daerah yang dipangkas TKD-nya, tapi dia memberikan supporting growth terhadap pertumbuhan ekonomi daerahnya sendiri dan nasional, kami berharap Menteri Keuangan maupun Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya, bisa mempertimbangkan pemangkasan TKD-nya melalui skema cadangan fiskal dana Bendahara Umum Negara (BUN)," jelas Waka DPR RI dari Fraksi PKB ini.

Untuk itu Cucun menayarankan kepada kepala daerah untuk menjalankan terlebih dahulu anggaran yang sudah ada. Ia pun berharap TKD tidak ditransferkan secara bertahap melainkan sekaligus untuk percepatan pertumbuhan ekonomi. 

"Khususnya untuk keperluan belanja modal daerah agar proses belanja modal seperti proses lelang, proses petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sudah bisa berjalan di awal tahun di tahun anggaran baru," ujar Cucun.

Ia juga berharap kepada kepala daerah untuk pandai-pandai berinovasi guna mengantisipasi dampak dari pemangkasan TKD ini.

Baca Juga:
Menkeu Purbaya di Beringharjo Yogyakarta: Menepis Narasi Mati Suri Pasar Tradisional

Sementara itu Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan pemangkasan TKD ke Kabupaten Bandung yang nilainya nyaris mencapai Rp1 triliun sebenarnya dikonversi ke dalam bentuk program, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kalau kita hitung konversi Program MBG dengan pengurangan anggaran TKD, sebenarnya transfer dari pemerintah pusat untuk Program MBG itu lebih besar ketimbang anggaran TKD yang dikurangi," papar Bupati Kang DS.

Bayangkan saja, kata bupati,penyerapan potensi perputaran perekonomian dari Program MBG saja di Kabupaten Bandung setiap tahunnya mencapai Rp5,4 triliun, dibandingkan dengan pemangkasan TKD yang sekitar Rp1 triliun.(*)

Baca Sebelumnya

Dinas ESDM Jatim Gencarkan Transisi Energi Lewat PLTS untuk Pesantren dan UMKM di JatimFest 2025

Baca Selanjutnya

Warga Diminta Hindari Jembatan Sonokembang-Pandanwangi Selama Pembangunan Ulang

Tags:

TKD pemangkasan tkd pemotongan tkd waka dpr ri CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL dpri ri Wakil Ketua DPR RI apbn 2026 APBN

Berita lainnya oleh Iwa AS

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

11 April 2026 15:15

Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

Pastikan Hak Buruh Terpenuhi, Bupati Bandung Perintahkan Disnaker Sidak Perusahaan

10 April 2026 21:15

Pastikan Hak Buruh Terpenuhi, Bupati Bandung Perintahkan Disnaker Sidak Perusahaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar