Bupati Bandung Cetak Rekor Enam RSUD dalam Lima Tahun, RSUD Bedas Cimenyan Mulai Dibangun

10 Juni 2026 13:40 10 Jun 2026 13:40

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bupati Bandung Cetak Rekor Enam RSUD dalam Lima Tahun, RSUD Bedas Cimenyan Mulai Dibangun

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat groundbreaking di Jalan Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kec Cimenyan, Rabu (10/6/26). (Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan Kabupaten Bandung masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Bandung kembali membangun RSUD Bedas Cimenyan yang ditandai dengan groundbreaking di Jalan Arcamanik RT 06 RW 01 Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Rabu (10/6/2026).

Menurut Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), pembangunan RSUD Bedas Cimenyan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses layanan kesehatan sekaligus menambah kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bandung.

"Walaupun kita membangun lagi, kita masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap. Karena kesehatan merupakan hak dasar masyarakat, maka saya lebih fokus kepada kesehatan," kata KDS.

Ia menjelaskan saat ini kapasitas tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Bandung baru mencapai sekitar 2.800 tempat tidur. Jumlah tersebut dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Karena itu, Pemkab Bandung terus memperluas jaringan rumah sakit daerah melalui program pembangunan RSUD Bedas di berbagai wilayah. RSUD Bedas Cimenyan menjadi rumah sakit keenam yang dibangun selama masa kepemimpinan Dadang Supriatna sejak 2021.

Sebelumnya, Pemkab Bandung telah membangun RSUD Bedas Kertasari, RSUD Bedas Cimaung, RSUD Bedas Arjasari, RSUD Bedas Tegalluar dan RSUD Bedas Pacira yang melayani kawasan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali.

Menurut KDS, pembangunan rumah sakit baru menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi beban pelayanan rumah sakit yang sudah ada.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa hingga pelaksana proyek dapat mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar dan sesuai jadwal.

"Karena lancarnya pembangunan maka akan lebih cepat lagi pelayanan kepada masyarakat. Saya mohon bantuan seluruh warga masyarakat dan para kepala desa agar pembangunan ini tidak ada hambatan," ujarnya.

KDS mengatakan kebutuhan anggaran pembangunan RSUD Bedas Cimenyan secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp100 miliar dengan skema pembangunan bertahap atau multiyears. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah mengalokasikan Rp18,9 miliar untuk pembangunan tahap awal.

"Total kebutuhan sekitar Rp100 miliar. Tapi sekarang baru Rp18,9 miliar karena ada infrastruktur yang harus dibangun terlebih dahulu. Nanti akan bertahap dan dikaji lagi. Saya ingin maksimal tahun 2029 selesai seluruhnya, termasuk penyempurnaan lima RSUD lainnya," katanya.

Selain membangun rumah sakit baru, Pemkab Bandung juga berencana terus meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan pada RSUD Bedas yang telah beroperasi di berbagai wilayah.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan RSUD Bedas Cimenyan dibangun di atas lahan seluas satu hektare oleh PT Java Adi Cipta dengan nilai kontrak Rp18,9 miliar.

Menurut Zeis, bangunan rumah sakit dua lantai tersebut akan dilengkapi fasilitas instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap dan pelayanan rawat jalan sebagai tahap awal pengembangan.

"Keberadaan RSUD Cimenyan ini untuk menghapus stigma selama ini bahwa Cimenyan jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung dan jauh dari rumah sakit. Kini pelayanan kesehatan hadir lebih dekat untuk masyarakat Cimenyan dan wilayah sekitarnya," kata Zeis.

Pembangunan RSUD Bedas Cimenyan diharapkan memperkuat pemerataan layanan kesehatan di wilayah utara Kabupaten Bandung sekaligus menambah kapasitas pelayanan rumah sakit daerah yang masih terus dibutuhkan masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA kds RSUD rsud bedas Rumah Sakit