Universitas Brawijaya Kukuhkan Empat Profesor Baru, Bahas Analisis Perdagangan Global hingga Teh Daun Kopi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

20 Agt 2025 17:05

Thumbnail Universitas Brawijaya Kukuhkan Empat Profesor Baru, Bahas Analisis Perdagangan Global hingga Teh Daun Kopi
Profesor baru Universitas Brawijaya (UB) Malang yang akan dikukuhkan, Rabu, 20 Agustus 2025. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) akan mengukuhkan empat profesor baru dari berbagai bidang keilmuan pada Kamis, 21 Agustus 2025. Keempat profesor tersebut mengangkat isu-isu terkini, mulai dari analisis perdagangan global, pengaturan hubungan kerja, kota ramah pejalan kaki, hingga inovasi teh dari daun kopi.

Pertama, Prof. Putu Mahardika Adi Saputra yang membahas SPATRA DUAL untuk menjawab keterbatasan model lama yang belum mampu menangkap kompleksitas hubungan antar negara. Metode ini digunakan untuk mengkaji konektivitas perdagangan internasional.

"Beberapa dekade terakhir, sistem perdagangan dunia mengalami guncangan besar akibat fragmentasi rantai nilai global. Imbasnya tidak lagi berjalan dalam sistem global yang stabil dan terintegrasi," ujarnya, Rabu, 20 Agustus 2025.

Menurutnya, pola konektivitas perdagangan dunia saat ini semakin kompleks dengan adanya fragmentasi nilai oleh perang dagang, sanksi ekonomi, hingga konflik geopolitik. Pendekatan SPATRA DUAL, menggabungkan dua lapisan pembobotan spasial, yakni intensitas keterkaitan Global Value Chain (GVC) dan bobot berdasarkan tekanan tarif bilateral.

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

"SPATRA DUAL mampu merepresentasikan struktur interdependensi perdagangan yang lebih realistis, dinamis, dan sensitif terhadap konteks geopolitik," jelas Putu Mahardika Adi Saputra.

Di bidang Hukum Hubungan Kerja, Prof. Budi Santoso membahas kerangka pengaturan hubungan kerja dalam konteks transformasi digital. Melalui model Flexicurity, ia memadukan fleksibilitas pasar tenaga kerja dengan perlindungan sosial yang adaptif. 

“Transformasi digital telah merevolusi sistem hubungan kerja secara global. Namun regulasi ketenagakerjaan di berbagai negara, termasuk Indonesia, belum sepenuhnya mampu mengakomodasi dinamika tersebut,” ujar Budi.

Model ini memperhatikan kepentingan pengusaha, pekerja, dan juga pekerja non-standar seperti ojek online. Peluang baru untuk membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan pun dapat semakin terbuka lebar.

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

“Tanpa model pengaturan yang adaptif, negara dapat kehilangan potensi bonus demografi dan gagal menciptakan pasar tenaga kerja yang sehat, berkeadilan, serta mampu bersaing secara global,” jelasnya. 

Dari Fakultas Tehnik (FT) UB), Prof. Jenny Ernawati (profesor di bidang Rancang Kota dan Environment-Behavior Studies) mengangkat penelitian terkait model rancang untuk kota agar lebih ramah terhadap pejalan kaki. Mengusung model RATAP, Prof. Jenny mengangkat studi kasus di Kota Malang. Menurutnya, desain kota tidak hanya harus memperhatikan nilai estetika, namun juga memberikan manfaat secara fungsional dan juga psikologis.

"Ini memberi sinyal pada pemerintah maupun peneliti untuk berupaya meningkatkan aktivitas fisik masyarakat melalui rancang kota. Ada perpaduan antara dimensi objektif lingkungan fisik dengan dimensi subjektif seperti persepsi, preferensi, maupun reaksi individu dalam memberi pengalaman positif bagi pejalan kaki," jelasnya.

Terakhir, Prof. Kiki Fibrianti dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB mengembangkan produk berupa teh daun kopi yang bermanfaat memberikan relaksasi usai mengonsumsi teh tersebut. Dalam menguji manfaat teh daun kopi ini, Prof. Kiki berhasil mengembangkan Face-DAKO (Facial-based Cognitive Model for Daun Kopi) berbasis kecerdasan buatan. Model tersebut dapat menganalisis ekspresi wajah untuk menilai efek setelah meminum teh tersebut.

"Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Coban Lanang, Air Terjun Eksotis di Jantung Kota Batu

Baca Selanjutnya

BUKA SUARA! Digeledah Kejati Jatim, Ini Masalah Membelit PT DABN

Tags:

profesor ub Pengukuhan Profesor UB Universitas Brawijaya malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar