KETIK, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat perkembangan kinerja pada angkutan barang selama Triwulan I 2026.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, wilayah Surabaya dan sekitarnya, volume angkutan barang mencapai 713.125 ton atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode pada tahun sebelumnya sebesar 649.263 ton.

Peningkatan tersebut menjadi indikator kuat untuk meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap kereta api sebagai moda transportasi logistik yang andal, efesien, serta semakin relevan dalam mendukung distribusi barang yang berkelanjutan.

Dari sisi komoditas, angkutan barang KAI Daop 8 Surabaya masih didominasi oleh peti kemas dengan volume mencapai 385.088 ton, berbagai komoditas strategis turut berkontribusi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), semen, pupuk, hingga bahan pangan.

Seluruh distribusi ini menjangkau berbagai wilayah penting di Jawa Timur melalui jaringan logistik yang terhubung langsung dengan pelabuhan, kawasan industri, hingga sentra produksi.

Baca Juga:
136 Kendaraan Diperiksa dalam Operasi Panderman 2026 Kota Batu, 22 Ditindak

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.

“Peningkatan kinerja angkutan barang pada Triwulan I 2026 menegaskan bahwa kereta api semakin menjadi solusi utama distribusi logistik yang tidak hanya efisien dan tepat waktu, tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan logistik berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat,” ujar Mahendro.

Selain berdampak positif terhadap kinerja perusahaan, peningkatan volume angkutan barang ini juga sejalan dengan komitmen KAI dalam mendukung keberlanjutan sektor transportasi.

Kereta api dikenal memiliki efisiensi energi yang lebih baik dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya, sehingga berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Baca Juga:
Jelang Iduladha, RPH Surabaya Bekali Masyarakat Teknik Asah Pisau Sesuai Syariat

Capaian ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan transformasi layanan KAI dalam menjawab tantangan logistik nasional, serta mendukung target pemerintah dalam pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.

Menutup pernyataannya, Mahendro menegaskan komitmen KAI Daop 8 Surabaya untuk terus menghadirkan layanan logistik yang unggul dan terpercaya.

“KAI Daop 8 Surabaya akan terus mengoptimalkan layanan angkutan barang yang terintegrasi, andal, dan berdaya saing. Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan layanan logistik berbasis kereta api sebagai solusi distribusi yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Mahendro. (*)