KETIK, MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menggelar QRISMA FEST 2026 VOL. 1 dengan mengangkat potensi Kayutangan Heritage. Gelaran tersebut sekaligus momen perayaan ekosistem transaksi digital di Kota Malang yang semakin berkembang pesat.
Kepala BI Malang, Indra Kuspriyadi, menjelaskan transaksi QRIS di Kota Malang memiliki potensi besar untuk dapat terus dikembangkan. Saat ini, merchant QRIS di Kota Malang menyumbang 68 persen dari keseluruhan merchant yang ada di 7 wilayah kerja BI Malang.
Tak hanya itu, transaksi yang terjadi di Kota Malang pub telah mencapai 73 persen dari total transaksi QRIS yang ada. Kondisi tersebut menjadikan QRISMA FEST sebagai bagian perayaan HUT ke-112 Kota Malang.
"Kegiatan ini juga merupakan bukti nyata sinergi lintas sektor untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di Kota Malang," ujarnya.
QRISMA FEST sendiri dilaksanakan pada 2 hingga 8 Mei 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari Malang Merchant QRIS Race gang melibatkan 1120 merchant di Kota Malang, Kadjoe Tangan QRIS Race, workshop dan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran, serta banyak kegiatan lainnya.
Baca Juga:
Ketua PHRI Malang: Investasi Hotel Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi Daerah"Kota Malang mampu menjaga nilai tradisi dan identitas heritage seraya tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sehingga transaksi digital dapat tumbuh berdampingan dengan budaya lokal. Semangat ini diusung QRISMA Fest untuk mengajak masyarakat naik level dari transaksi tunai ke digital," lanjutnya.
Selain itu, melalui QRISMA FEST juga diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Bahkan UMKM pun mendapat peluang dalam membuka akses pasar yang lebih luas melalui pembayaran digital.
"BI Malang berkomitmen memperkuat ekosistem pembayaran digital yang terpercaya sekaligus meningkatkan keyakinan masyarakat dan pelaku usaha terhadap QRIS sebagai instrumen pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal," pungkasnya. (*)