KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Mejasem, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kembali menggelar santunan bagi anak yatim dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Mejasem, Kamis sore, 25 Juni 2026, tersebut menjadi agenda rutin yang telah dilaksanakan sejak 2015.
Sebanyak 13 anak yatim menerima santunan pada tahun ini, termasuk satu anak yatim piatu. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang berlangsung khidmat.
Kepala Desa Mejasem, Sudarto, mengatakan santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa sekaligus implementasi ajaran Islam untuk memuliakan anak-anak yatim.
"Sebagai umat Islam, kita senantiasa dianjurkan untuk memuliakan dan menyayangi anak yatim. Oleh karena itu, kami dari pemerintah desa sudah berkali-kali, bertahun-tahun, dan menjadikannya agenda rutin untuk kegiatan santunan anak yatim," ujarnya.
Baca Juga:
Momen 10 Muharram, IKAMA Perkuat Semangat Berbagi Lewat Santunan Anak YatimMenurut Sudarto, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap 10 Muharam itu diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati masyarakat sekaligus mendorong semangat berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim.
Ia menjelaskan, pelaksanaan santunan didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta swadaya masyarakat Desa Mejasem.
Sudarto juga mengapresiasi panitia, kader PKK, dan para donatur yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada panitia semua yang dengan semangat, hanya selama tiga hari berturut-turut bisa mengumpulkan anggaran kegiatan santunan ini sebesar Rp15 juta," katanya.
Baca Juga:
Gema Muharram, Warga Tambakrejo Tulungagung Kumpulkan Rp73,48 Juta untuk Santuni 22 Anak YatimSelain memberikan santunan, Sudarto turut menyemangati para penerima manfaat agar tetap optimistis dalam meraih masa depan.
"Tetap semangat, gapailah cita-cita setinggi langit karena perjalanan kalian masih panjang. Insyaallah kami, pemerintah desa dan masyarakat, tetap memperdulikan kalian," pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemdes Mejasem berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.(*)