Tradisi Munggahan Jelang Ramadan Dalam Pandangan Islam Menurut Kiai Muda Jebolan Universitas Al-Azhar Mesir

Jurnalis: Khoirul Umam
Editor: Muhammad Faizin

17 Feb 2026 12:20

Thumbnail Tradisi Munggahan Jelang Ramadan Dalam Pandangan Islam Menurut Kiai Muda Jebolan Universitas Al-Azhar Mesir
Ketua MUI Kecamatan Cilegon dan Kasi Wakaf dan Zakat Kantor Kemenag Kota Cilegon KH Inas Nasrullah. (Dok pribadi)

KETIK, CILEGON – Mendekati awal Ramadan 1447 H, ada tradisi yang erat sekali dengan masyarakat muslim di Indonesia. Yaitu tradisi Munggahan. Tradisi Munggahan biasa terjadi setiap tahun ketika menjelang awal Ramadan.

Tradisi Munggahan ini sangat beragam yang dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia.

Namun umumnya tradisi Munggahan ini dilakukan dengan cara berziarah kubur orang tua,kakek,nenek, atau buyut. Singkatnya menziarahi anggota keluarga yang sudah meninggal dunia. 

Selain ziarah kubur, biasanya masyarakat muslim menjelang Ramadan meminta maaf satu sama lain. Dengan harapan di bulan Ramadan tersebut bisa mendapatkan berkah.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

Selain itu, ada juga yang menggelar Munggahan dengan cara bacakan atau makan bersama. Ada yang bacakan dengan keluarga besar. Ada yang dengan tetangga terdekat. Ada yang dengan teman kerja atau teman kantor, dan masih banyak lagi.

Namun, bagaimana sebenarnya Islam memandang tradisi Munggahan tersebut. Berikut penjelasan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cilegon KH Inas Nasrullah kepada ketik.com, Selasa, 17 Februari 2026.

Menurut KH Inas Nasrullah, secara simbolis, tradisi Munggahan bermakna meningkatkan kualitas keimanan dan kebersihan hati sebelum memasuki bulan puasa Ramadan.

Kata Kiai Inas, tradisi Munggahan umumnya memang dilakukan beberapa hari atau satu pekan menjelang Ramadan. Ini tentu sesuai dengan kebiasaan masyarakat muslim di Indonesia.

Baca Juga:
Tips Hemat Lebaran: 11 Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Boncos Setelah Idulfitri

"Tujuan Munggahan ini bukan cuma sekadar menjaga nilai-nilai budaya lokal, tapi bisa dimaknai sebagai momen persiapan spiritual dan sosial jelang Ramadan tiba," kata Kiai Inas.

Namun secara asal-usul, Munggahan adalah tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat muslim di tatar Pasundan (Jawa Barat dan Banten) untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Namun seiring berjalannya waktu, tradisi Munggahan ini kemudian tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Bahkan di sejumlah daerah, berziarah tidak hanya berziarah ke makam anggota keluarga yang sudah tiada. Tapi juga ziarah ke makam ulama atau waliyullah di daerah tersebut.

Namun secara etimologis, kata Munggahan juga berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti "naik" atau "menaikkan". Menurut Kiai Inas, makna tersebut merujuk pada konteks peningkatan kualitas ibadah.

Sehingga umat muslim ketika melakukan munggahan berharap dan berdoa, ketika menjalankan puasa Ramadan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Selain itu, ketika umat muslim melaksanakan Ramadan diharapkan ada peningkatan keimanan dan ketakwaan.

Lebih dari itu, kata Kiai muda lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini, Munggahan dalam konteks kearifan lokal, bisa menjadi ajang bersilaturahmi dan berkumpul bersama. Bahkan bisa menjadi ajang saling berbagi kepada sesama.

Karena, di sejumlah daerah, Munggahan juga menjadi ajang saling berbagi terhadap kaum dhuafa dan anak yatim. 

"Dalam konteks ini, umat muslim diajarkan tentang kepeduliaan sosial ketika menyambut datangnya Ramadan," imbuh Kiai Inas yang juga Kepala Seksi (Kasi) Wakaf dan Zakat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon.

Bahkan lebih dalam lagi, kata Kiai Inas, Munggahan mengajarkan pentingnya muhasabah (instrospeksi) diri sebelum datangnya Ramadan.

"Momentum ini tentu menjadi waktu yang pas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah umat muslim. Dengan hati yang bersih dan suci, kita sebagai umat muslim tentu dengan mantap dan siap menyambut datangnya bulan suci Ramadan," tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

H-1 Penutupan SNBP 2026: Segera Unggah 5 Sertifikat 'Sakti' Ini untuk Perbesar Peluang Lolos PTN!

Baca Selanjutnya

Usai Dikukuhkan, Djoko Prihatin Bawa Golkar Kota Malang Tancap Gas Regenerasi Lewat Gen Z

Tags:

munggahan ramadan Instrospeksi muhasabah cilegon MUI Kecamatan Cilegon

Berita lainnya oleh Khoirul Umam

Terkendala Lahan, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Cilegon Lamban

7 April 2026 15:15

Terkendala Lahan, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Cilegon Lamban

Demi Program Prioritas 2027, Pemkot Cilegon Siapkan Skema Baru

2 April 2026 12:00

Demi Program Prioritas 2027, Pemkot Cilegon Siapkan Skema Baru

Tolak Wacana PPPK Dirumahkan, Muhsinin Sebut Kinerja PPPK Lebih Baik Daripada PNS

30 Maret 2026 11:50

Tolak Wacana PPPK Dirumahkan, Muhsinin Sebut Kinerja PPPK Lebih Baik Daripada PNS

Haul Ke-470 M Sultan Maulana Hasanudin Banten, 500 Ribu Undangan Hadir

28 Maret 2026 14:42

Haul Ke-470 M Sultan Maulana Hasanudin Banten, 500 Ribu Undangan Hadir

Jelang Lebaran, Ribuan PPPK Banten Menjerit Hak Tak Setara dengan PNS

19 Maret 2026 22:45

Jelang Lebaran, Ribuan PPPK Banten Menjerit Hak Tak Setara dengan PNS

Wali Kota Cilegon Buka Ruang Kritik untuk Perbaikan Kinerja Pemerintahan

18 Maret 2026 12:49

Wali Kota Cilegon Buka Ruang Kritik untuk Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar