TPJ 2026 Lahirkan Kolaborasi HPI dan UMM, Dorong Penguatan Ekosistem Penerjemah

Editor: Mustopa

2 Feb 2026 23:03

Thumbnail TPJ 2026 Lahirkan Kolaborasi HPI dan UMM, Dorong Penguatan Ekosistem Penerjemah
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan TPJ 2026 (Foto: Dok. HPI Komda Jatim)

KETIK, JAKARTA – Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Jawa Timur sukses menggelar acara Temu Penerjemah Jawa Timur (TPJ) 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Menata Ulang Karier Penerjemah: Bertahan, Beradaptasi, dan Bertumbuh”.

Tema tersebut merefleksikan tantangan dan peluang profesi penerjemah di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.

Acara itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, profesi penerjemahan, serta pelaku usaha jasa bahasa.

Baca Juga:
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis, Dinilai Sebagai Jalur Prestasi

Ketua Umum HPI Pusat, Dr. Indra Listyo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada HPI Komda Jawa Timur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Ia mengaku bangga melihat peran aktif pengurus daerah dalam menghadirkan forum yang mempertemukan unsur pendidikan, organisasi profesi, praktisi penerjemahan, serta pelaku usaha jasa bahasa dan industri terkait.

“Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan profesi penerjemah,” ungkap Dr. Indra dalam keterangannya, Senin, 2 Februari 2026.

“Perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, menuntut penerjemah untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat etika profesi, serta memahami dinamika industri,” sambungnya.

Baca Juga:
Ramadan di Portugal, Mahasiswa UMM Rasakan Suasana yang Lebih Tenang

Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dinilai sangat strategis.

Foto Kelas Interpreting yang digelar HPI Komda Jatim di sela-sela kegiatan TPJ 2026 (Foto: HPI Komda Jatim)Kelas Interpreting yang digelar HPI Komda Jatim di sela-sela kegiatan TPJ 2026 (Foto: HPI Komda Jatim)

Sementara Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi menyatakan bahwa kegiatan TPJ sangat strategis karena profesi penerjemah juga dituntut untuk memiliki kompetensi linguistik sekaligus kemampuan adaptasi.

“Sehingga hasil terjemahan yang dihasilkan memiliki makna yang bisa dipahami dan diresapi, tidak hanya sekadar mengalihbahasakan teks,” jelasnya.

Penandatanganan MoU antara HPI dan UMM menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

MoU ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja dan memahami standar profesi penerjemahan.

Pihak Universitas Muhammadiyah Malang menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa keterlibatan organisasi profesi seperti HPI sangat penting dalam menjembatani kebutuhan akademik dan realitas industri.

Acara ini juga dihadiri Dekan Fakultas Agama Islam, Imamul Hakim, Kepala CoE (Center of Excellence), Achmad Fauzan Hery Soegiharto dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UMM, Mochammad Firdaus.

Selain agenda seremonial, TPJ 2026 juga diisi dengan gelar wicara yang menghadirkan narasumber lintas bidang. 

Tasfan Sadikin, Interpreter Senior sekaligus Mindfulness Mentor, membagikan perspektif tentang pentingnya kesehatan mental dan kesadaran diri bagi penerjemah dan interpreter yang bekerja di bawah tekanan tinggi. 

Ia menekankan bahwa keberlanjutan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan mental.

Foto Para penerjemah berfoto bersama dalam kegiatan TPJ 2026 (Foto: Dok. HPI Komda Jatim)Para penerjemah berfoto bersama dalam kegiatan TPJ 2026 (Foto: Dok. HPI Komda Jatim)

Sementara itu, Sony Novian, Ketua Umum Ikatan Agensi Jasa Bahasa (IKASA) sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) Jakarta Barat, menyoroti pentingnya jejaring profesi dan sertifikasi dalam memperkuat posisi penerjemah di pasar kerja.

Ia mendorong para penerjemah, khususnya pemula, untuk aktif membangun reputasi profesional dan terlibat dalam organisasi profesi.

Dari sisi industri, Andri Manik, Bendahara HIPPI Jakarta Barat dan Pengurus KADIN DKI Jakarta, memaparkan sudut pandang dunia usaha terhadap jasa bahasa. 

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan industri terhadap layanan penerjemahan yang berkualitas masih sangat besar, namun menuntut standar profesionalisme, kecepatan, dan pemahaman konteks bisnis.

Ketua HPI Komda Jawa Timur, Muhammad Afif Musthofa menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. 

Ia menegaskan bahwa TPJ tidak hanya dimaksudkan sebagai agenda rutin, tetapi sebagai upaya membangun ekosistem penerjemahan yang saling terhubung dan berkelanjutan.

Acara ini terselenggara berkat dukungan perusahaan jasa bahasa ternama di Indonesia, seperti MainKata Translation Studio, Licolize Communications, Katagonia Language Solution, Translation Transfer, talabahasa, CMM Translation, dan Solusi Penerjemah.(*)

Baca Sebelumnya

Wakili Gubernur Tutup Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026, Kadisdik Jatim Komitmen Perkuat Karakter Generasi Muda

Baca Selanjutnya

Bassam-Helmi Hadiri Rakornas, Arah Program Presiden Prabowo Didorong Demi Kepentingan Rakyat

Tags:

HPI Komda Jatim TPJ 2026 Penerjemah UMM

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar