KETIK, MALANG – Tong Tong Night Market (TTNM) 2026, resmi dibuka di area Taman Tjerme, The Shalimar Boutique Hotel Malang, Kamis, 30 Juli 2026. Festival budaya dan kuliner tradisional yang berlangsung hingga Minggu 2 Agustus 2026 mendatang. Acara ini menghadirkan berbagai kuliner khas Jawa Timur serta pertunjukan seni tradisional.
Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, mengatakan Tong Tong Night Market digelar untuk menghidupkan kembali kuliner tradisional yang kini semakin sulit ditemukan. Lily, yang juga menjabat sebagai Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Jawa Timur ini, menyebut bahwa banyak makanan khas Jawa Timur mulai menghilang dari pasaran.
"Kan banyak sekali ini makanan-makanan Jawa Timur yang sudah jarang kita temui lagi, makanan-makanan yang saya bilang sudah hampir punah lah, yang dulu waktu kecil saya sering jajan itu sudah jarang sekali saya bisa temukan. Ini yang ingin saya hidupkan kembali," kata Lily dalam sambutannya.
Menurut Lily, Tong Tong Night Market terinspirasi dari pengalamannya tinggal di Belanda. Nama festival tersebut diambil dari Tong Tong Fair, festival budaya di Belanda yang telah digelar sejak 1959.
Baca Juga:
Peringati Hari Sungai Nasional, Festival Kali Brantas 5 Usung Konsep Baru"Kebetulan saya sendiri lama tinggal di Belanda. Di Belanda itu ada festival Tong Tong yang sangat besar di mana festival ini mempromosikan budaya dan makanan khas Indonesia. Jadi saya pikir, kita bikin aja miniaturnya dari Tong Tong ini di Malang. Waktu 2016 itu kita bikin gubuk-gubuk, tapi waktu itu cuma 6 sampai 10 gubuk, kayak kantin prasmanan outdoor," ungkapnya.
Lily mengungkapkan jumlah pengunjung terus meningkat setiap tahun. Pada penyelenggaraan 2025, festival ini berhasil menarik hampir 21 ribu pengunjung. Memasuki edisi ke-9, TTNM 2026 tahun ini mengusung tema "Punakawan" dengan tagline "Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya".
"Memang tahun ini adalah genap 10 tahun Tong Tong Night Market ini telah kami adakan di Malang. Tahun ke-10, tapi bukan ke-10 kalinya karena sempat terputus karena adanya Covid ya, jadi ini tahun yang ke-10 tapi untuk Tong Tong ini yang ke-9 kalinya kami adakan." Jelasnya.
Pengunjung dapat menikmati puluhan kuliner tradisional dengan sistem transaksi menggunakan mata uang khusus Gulden, yang bernilai Rp10.000 per gulden. Selain itu, festival ini juga menyuguhkan berbagai pertunjukan seni, seperti Ludruk Punakawan, Topeng Malangan, Bantengan, dan musik keroncong. Tak hanya itu, TTNM 2026 juga menghadirkan sejumlah KulineRUN 5K dan Mlaku Sore-Sore dalam rangkaian acaranya.
Baca Juga:
ITB Adias Gelar Festival Kuliner, Wabup Pemalang Dorong UMKM Makin BerkembangSeremoni pembukaan Tong Tong Night Market 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat penting dan jajaran tamu kehormatan. Di antaranya hadir perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Dr. Iwan S.Hut., M.M., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Acara ini juga disaksikan langsung oleh perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri, hingga Konsul Jenderal Jepang di Surabaya. (*)