KETIK, MALANG – Tong Tong Night Market (TTNM) 2026 resmi berakhir pada Minggu, 2 Agustus 2026 setelah sukses menarik lebih dari 20 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Capaian tersebut menegaskan posisi festival budaya tahunan ini sebagai salah satu agenda unggulan di Kota Malang sekaligus bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Digelar di Taman Tjerme, The Shalimar Boutique Hotel Malang, festival mengusung tema "Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya" dengan menghadirkan lebih dari 60 tenant yang terdiri atas pelaku kuliner, UMKM, dan komunitas. Penyelenggaraan TTNM 2026 juga melibatkan lebih dari 200 pekerja seni yang menghadirkan perpaduan budaya, kreativitas, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.
Selama empat hari pelaksanaan, ribuan pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya. Mulai dari penampilan Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya, Ludruk Punakawan, Cokekan Putra Mandala, Sanggar NDS Sanggarmoe, Sanggar Sekar Budoyo, Karimoen Art Center, Sanggar Sekar Katelu, Pendongeng Cilik yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Miben Voice, Sanggar Tari Sekar Dilem, Medley Music Anthem, Arca Tata Sawara, hingga penampilan penutup Keroncong Gandara Loka dari Tuban.
Rangkaian acara tersebut memperlihatkan komitmen Tong Tong Night Market dalam menyediakan ruang bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat. Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pelestarian seni tradisi yang terus hidup dan berkembang bersama generasi masa kini.
Sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Tong Tong Night Market mendapat dukungan dari berbagai pihak. Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, sebelumnya menyampaikan harapannya agar TTNM mampu melahirkan kolaborasi jangka panjang bagi pelaku UMKM dan bisnis kuliner.
Suasana malam hari pada acara Tong Tong Night Market 2026 yang digelar oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang. (Foto: The Shalimar Boutique Hotel Malang for Ketik.com)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., juga menilai Tong Tong Night Market merupakan ruang dialog lintas budaya sekaligus etalase bagi pelaku ekonomi kreatif.
Apresiasi turut disampaikan Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si. Menurutnya, terpilihnya Tong Tong Night Market untuk kedua kalinya dalam Karisma Event Nusantara menjadi bukti konsistensi kualitas penyelenggaraan festival tersebut.
Ketua Panitia Tong Tong Night Market 2026, Kartika Chandra Hapsari, mengatakan keberhasilan festival ini tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung, tetapi juga dari kolaborasi yang berhasil dibangun antarpemangku kepentingan.
"Tong Tong Night Market bukan hanya tentang empat hari festival. Yang ingin kami bangun adalah kehidupan setelah festival selesai. Kami berharap Tong Tong menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan UMKM, pelaku seni budaya, komunitas, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk terus berkolaborasi sepanjang tahun," ujarnya.
Kartika menambahkan, keberlangsungan budaya bergantung pada kesediaan masyarakat untuk terus memberikan ruang bagi para pelaku seni.
"Budaya tidak akan lestari hanya karena dikenang. Budaya akan tetap hidup ketika diberi ruang untuk dipentaskan, diapresiasi, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena kalau bukan kita yang menjaga dan merawatnya, siapa lagi?" katanya.
Keberhasilan menarik lebih dari 20 ribu pengunjung menunjukkan bahwa Tong Tong Night Market telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival budaya. Ajang ini menjadi titik temu antara seniman, pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kebudayaan di Kota Malang.
Berakhirnya TTNM 2026 pun bukan menjadi penutup sebuah perayaan, melainkan awal dari komitmen bersama untuk terus menghidupkan seni, budaya, dan kreativitas. Dengan semangat "Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya", Tong Tong Night Market diharapkan terus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan tradisi dengan inovasi sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu destinasi festival budaya unggulan di Indonesia.
