Tolak Parluh 2026, Ratusan Warga PSHT Berbagai Wilayah Hitamkan Alun-alun Madiun

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Fisca Tanjung

2 Feb 2026 13:35

Thumbnail Tolak Parluh 2026, Ratusan Warga PSHT Berbagai Wilayah Hitamkan Alun-alun Madiun
Ratusan warga PSHT dari berbagai wilayah memadati alun alun Madiun sejak pagi, Senin 2 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Gelombang penolakan terhadap rencana Prapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 2026 menguat.

Ratusan warga PSHT dari berbagai cabang di Jawa Timur turun ke Alun-alun Kota Madiun, Senin, 2 Februari 2026, menyuarakan sikap tegas menolak agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Februari 2026.

Aksi damai yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diwarnai orasi bergantian. Massa menilai rencana Parluh sarat persoalan hukum karena digelar oleh kepengurusan yang mereka anggap sudah kehilangan legitimasi organisasi.

Menurut peserta aksi, konflik internal PSHT telah memiliki titik akhir secara hukum. Mereka menegaskan bahwa kepemimpinan PSHT saat ini secara sah berada di bawah Ketua Umum Dr. Muhammad Taufik, bukan kubu yang dipimpin Murdjoko.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Ketua PSHT Cabang Blitar Raya, Tugas Naggolo Yudo Dili Prasetiono atau Bagas, menyampaikan kekhawatiran serius jika kegiatan tersebut tetap diberi izin oleh aparat penegak hukum.

“Kami datang bukan untuk membuat gaduh. Justru kami ingin mencegah kegaduhan yang lebih besar. Jangan beri izin pada organisasi yang secara hukum sudah tidak sah,” kata Bagas dalam orasinya.

Ia menilai, jika izin tetap dikeluarkan, aparat secara tidak langsung turut melegitimasi pelanggaran hukum.

“Kalau kegiatan ilegal diberi ruang, itu sama saja negara membiarkan aturan diinjak-injak. Dampaknya bisa kemana-mana, bukan hanya Madiun, tapi nasional,” tegasnya.

Baca Juga:
Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Bagas juga mengingatkan bahwa Madiun memiliki nilai historis dan emosional yang kuat bagi warga PSHT, sehingga potensi gesekan sangat terbuka jika kebijakan tidak diambil secara hati-hati.

Nada serupa disampaikan Kiai Mbeling, perwakilan warga PSHT asal Solo. Ia menegaskan bahwa penolakan Parluh bukan sekadar persoalan perbedaan pendapat, melainkan soal kepastian hukum.

“Kami ke sini mencari keadilan. Organisasi yang mengatasnamakan PSHT tapi tidak punya payung hukum seharusnya tidak boleh beraktivitas,” ujarnya.

Ia menyebut pencabutan legalitas oleh Kementerian Hukum dan HAM sejak 2017 sebagai fakta hukum yang tak terbantahkan.

“Itu bukan opini, tapi keputusan negara. Kalau legalitas sudah dicabut, ya harus dipatuhi,” imbuhnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, massa aksi terus bertambah. Rombongan dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah berdatangan silih berganti, membawa tuntutan yang sama: menolak Parluh 2026 dan mendesak aparat bersikap tegas serta konsisten.

Aksi direncanakan berlangsung berkelanjutan hingga 8 Februari 2026, bertepatan dengan jadwal pelaksanaan Parluh yang dipersoalkan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi tetap kondusif dengan pengamanan ketat dari aparat.

Para peserta aksi menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi secara damai, sambil berharap keputusan yang diambil aparat benar-benar berpihak pada ketertiban dan kepastian hukum. (*)

Baca Sebelumnya

Propam Polda Metro Jaya Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Pedagang Es Kue Jadul

Baca Selanjutnya

Dividen Bank Jatim Turun di 2024, Pansus DPRD Telisik Penyebabnya

Tags:

Blitar madiun PSHT Parluh 2026 tolak ratusan wilayah

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

7 April 2026 18:44

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar