KETIK, JAKARTA – Tinggal satu hari lagi, hari raya Iduladha akan tiba dihadapan kita. Hari yang identik dengan ibadah kurban ini, menganjurkan umatnya untuk menyembelih hewan kurban bagi yang mampu.
Daging kurban sendiri akan disalurkan kepada kaum dhuafa dan fakir miskin sebagai wujud kepedulian sosial dan mempererat persaudaraan.
Bagi umat muslim, tentu ini menjadi momen yang sangat dinantikan. Karena daging kurban bisa dijadikan sate, gulai, rendang, hingga tongseng menggugah selera.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, sering muncul kekhawatiran masalah kesehatan. Konsumsi daging berlebihan dapat menyebabkan kolesterol naik.
Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menjelaskan, ada beberapa tips agar bisa menikmati daging kurban tanpa cemas.
Baca Juga:
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tiba di Masjid Al Akbar Surabaya, Jadi Tontonan Warga“Agar tetap bisa menikmati daging kurban tanpa khawatir akan naiknya kolesterol, penting untuk memperhatikan pilihan bagian daging, cara pengolahan, dan porsi konsumsi,” ujarnya.
Apa saja?, ia meminta agar masyarakat memilih daging-daging yang memiliki kadar lemak yang rendah. Diantaranya:
1. Brisket (sandung lamur)
Otot-otot di bagian ini cenderung tebal dan kasar sehingga daging cukup alot. Itu sebabnya brisket harus dimasak dengan suhu rendah dalam waktu lama.
2. Sengkel (shank)
Sengkel adalah jenis potongan daging yang diambil dari paha sapi. Karena berada pada anggota gerak, sengkel penuh dengan otot dan jaringan ikat, sehingga bagian daging sapi ini cenderung rendah lemak.
Baca Juga:
Dekati Iduladha, Khofifah Inspeksi Harga Pangan hingga Cek Kesiapan Hewan Kurban di Bojonegoro3. Paha belakang (round)
Paha belakang terdiri dari tanjung dan gandik. Sesuai namanya, bagian daging ini berasal dari paha belakang sapi.
Jenis potongan ini rendah lemak, tetapi cukup keras. Hal ini disebabkan paha belakang merupakan bagian tubuh yang sering bergerak sehingga ototnya padat dan sedikit lemak.
4. Sirloin (has luar)
Sirloin atau has luar adalah potongan daging yang cukup besar, mulai dari tulang rusuk ke-13 sampai tulang pinggul dan dari tulang punggung hingga ke panggul atau perut. Bagian ini adalah daging sapi yang paling rendah lemak atau tanpa lemak.
5. Tenderloin (has dalam)
Tenderloin termasuk daging sapi rendah lemak atau tanpa lemak. Bagian daging ini sebaiknya dimasak dengan suhu tinggi dalam waktu cepat. Hal ini karena bagian daging ini memang sudah empuk.
Selain memilih daging yang rendah lemak, ia menyarankan agar masyarakat menggunakan metode merebus atau mengukus untuk mengurangi kadar lemak, serta memanggang sebagai alternatif.
"Sebaliknya menghindari menggoreng daging, terutama dengan minyak berlebih. Selain itu juga, penggunaan santan juga sebaiknya dikurangi dan diganti dengan santan rendah lemak atau susu kedelai,” tambahnya.
Maka ini kata dia, bisa mengurangi resiko kolesterol naik. "Pengendalian porsi juga penting. Konsumsinya juga perlu dibarengi sayuran berserat tinggi. Sayuran seperti lalapan daun pohpohan, rebus daun ubi, daun labu, hingga acar mentimun salad dan nanas bisa membantu mengurangi penyerapan kolesterol," pungkas Prof Ahmad. (*)