KETIK, PANDEGLANG – Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung kondisi jalan di Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Rabu (12/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang selama puluhan tahun mengeluhkan kondisi akses jalan di wilayah tersebut.
Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu tampak masih berupa jalan berbatu dan tanah dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Padahal, akses tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas warga, termasuk untuk menunjang kegiatan perekonomian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Andra Soni mengatakan, meskipun jalan tersebut berstatus sebagai jalan kabupaten maupun jalan desa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tetap memiliki perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
"Hari ini saya berkesempatan untuk meninjau langsung dan sesuai dengan tujuan dan maksud daripada Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau yang dikenal Bang Andra, adalah mengurangi disparitas soal infrastruktur," ujar Andra Soni saat meninjau lokasi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terpusat pada jalan-jalan utama. Kondisi jalan yang menghubungkan pusat permukiman masyarakat juga perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas sehari-hari warga.
Baca Juga:
Open House Sekolah Rakyat di Tangerang, Andra Soni: Banyak Anak Banten Putus Sekolah"Jalan nasionalnya sudah bagus, jalan yang masuk ke wilayah perkampungannya kondisinya sangat memprihatinkan, di mana di sana pusat perekonomian masyarakat, pusat kegiatan masyarakat, termasuk pendidikan dan kesehatan," katanya.
Hasil peninjauan tersebut, lanjut Andra, akan menjadi bahan bagi Pemprov Banten untuk menindaklanjuti pembangunan jalan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera.
"Oleh karena itu, hasil tinjauan ini saya menyimpulkan bahwa insyaallah di perubahan APBD tahun 2026 ini kita akan mulai membangun sebagian daripada jalan yang diusulkan," ungkapnya.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah perkampungan.
Baca Juga:
Andra Soni Luncurkan Logo Baru Bank Banten, Ajak Masyarakat Perkuat Bank Daerah"Harapan kami tentunya dengan pembangunan jalan ini, maksud dan tujuan dari Program Bangun Jalan Desa Sejahtera itu bisa terlaksana," ujar Andra.
Dalam peninjauan itu, Andra juga memberikan perhatian terhadap aspek teknis pembangunan jalan.
Ia meminta agar pembangunan tidak mengabaikan keberadaan saluran air di depan rumah warga.
"Saya minta lebarnya 4 meter, karena kalau lebarnya kurang dari 4 meter tidak bisa dilewati kendaraan. Jadi harus 4 meter. Tapi kalau tanahnya ada lebih dari 4 meter, ya lebih bagus lagi. Cuma jangan sampai menutupi saluran air yang di depan rumah," tegasnya.
Andra mengatakan, Pemprov Banten sebelumnya juga telah melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Pada 2025, pemerintah provinsi membangun jalan desa dan jalan lingkungan dalam jumlah yang cukup besar.
"Tahun lalu, 2025, kita membangun jalan desa itu kurang lebih sekitar 75 kilometer. Kemudian kita membangun jalan lingkungan kurang lebih 407 kilometer. Jalan lingkungan kita bangun," jelasnya.
Meski demikian, Andra mengakui kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Banten masih sangat besar. Luas wilayah dan jumlah penduduk Banten yang mencapai hampir 13 juta jiwa menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
"Artinya apa? Itu saja masih kurang. Karena apa? Banten ini luas, jumlah penduduknya juga banyak, hampir 13 juta. Memang harus sabar-sabar, harus pelan-pelan, tapi insyaallah perlahan kita kerjakan," tuturnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan mendukung proses pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Menurutnya, persoalan infrastruktur yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Saya mohon dukungannya, mohon ibu-ibu dan bapak-bapak sabar. Betul, puluhan tahun yang lalu tidak dibangun-dibangun, tapi kan saya baru jadi gubernur satu setengah tahun. Insyaallah kita akan berbenah bersama-sama," katanya.
Warga Terharu
Kehadiran Gubernur Banten untuk melihat langsung kondisi jalan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Kampung Buluh. Salah seorang warga mengaku terharu karena untuk pertama kalinya dapat bertemu langsung dengan gubernur sekaligus menyampaikan kondisi kampung mereka.
"Alhamdulillah, Pak, 40 tahun seperti ini saja, Pak. Alhamdulillah, kami bisa bertemu langsung pada tanggal 12 Agustus 2026 dengan Pak Gubernur Provinsi Banten. Ini anugerah, Pak, yang sangat luar biasa," ujar warga tersebut.
Ia mengaku tidak mampu menahan haru saat menyambut kedatangan Andra Soni ke kampungnya.
"Jujur, saya sampai meneteskan air mata tadi pada saat menyambut Bapak. Kenapa? Karena ini sejarah bagi kampung dan desa kami," tuturnya.(*)