KETIK, SITUBONDO – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi sebum melaksanakan rapat koordinasi pemulangan Jamaah Haji mengatakan, hingga saat ini sebanyak tiga haji yang berasal dari Kabupaten Situbondo meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, Selasa 16 Juni 2026.
"Sebelumnya kami sampaikan ada dua haji meninggal dunia di tanah Suci Mekkah, tapi saat ini bertambah satu orang, sehingga haji asal Situbondo yang meninggal dunia di Makkah menjadi tiga orang," kata Rif'an Junaidi.
Tiga orang haji asal Kabupaten Situbondo yang meninggal dunia itu, kata Rif'an Junaidi, yakni H Fathor Rahman (58) warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, meninggal dunia di hotel pada 29 Mei 2026.
Selanjutnya, Hj Almi Massuya (85) warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, meninggal dunia karena sudah lanjut usia (lansia) pada 1 Juni 2026, dan Hj Sovi Wulandari, meninggal dunia pada 4 Juni 2026.
"Mereka kemudian dishalatkan di Masjidilharam dan dibuatkan sertifikat kematian, lalu dikebumikan oleh petugas haji Arab Saudi," jelas Rif'an Junaidi.
Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Arab Saudi Tahan Imbang Uruguay 1-1Lebih lanjut, Rif'an Junaidi mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo dan Kementerian Haji dan Umrah saat ini tengah mempersiapkan kepulangan jamaah haji asal Situbondo.
"Pemulangan pertama jamaah haji kelompok terbang (kloter) 75 di Asrama Haji Surabaya pada tanggal 21 Juni 2026, sedangkan kloter 87, 88, 89, 90 dan kloter 91 dijadwalkan datang pada tanggal 24 Juni 2026," ujarnya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo memfasilitasi pemulangan jamaah haji dengan menyediakan sebanyak 24 armada bus dan dua bus cadangan. (*)