KETIK, BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menyalurkan sebanyak 494 ekor hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 H/2026 M.
Ratusan hewan kurban yang terdiri dari 245 ekor sapi dan 275 ekor kambing tersebut diperkirakan memiliki nilai total mencapai Rp5,5 miliar.
Proses penyembelihan dan distribusi daging kurban dilakukan secara serentak di berbagai masjid serta pondok pesantren di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Banyuwangi. Daging kurban tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat luas, para santri, hingga warga di sekitar lingkungan fasilitas ibadah dan pendidikan milik LDII.
Sekretaris DPD LDII Banyuwangi, Kris Parwanto, S.Sos., mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban tahun ini merefleksikan tingginya partisipasi serta semangat gotong royong warga LDII dalam berbagi di hari raya.
“LDII Banyuwangi memiliki 75 majelis taklim, PC, PAC dan mengelola tiga pondok pesantren. Kami sangat bersyukur karena tahun ini warga LDII semakin semangat di dalam berbagi dan menyalurkan hewan kurban. Melalui ikhlas berbagi, ikhlas berkurban semangat bergotong royong ini, terkumpul 245 ekor sapi serta 275 ekor kambing dengan nilai total mencapai Rp 5,5 miliar," ujar Kris Parwanto saat memberikan keterangan kepada media, Rabu, 27 Mei 2026.
Baca Juga:
Ratusan Kambing Ramaikan Festival Qurban Runner Grissee 1K, Ajang Unik Dongkrak Peternak Lokal GresikKris Parwanto menambahkan, peningkatan partisipasi ini menjadi bukti nyata dari meningkatnya kepedulian warga dalam menjalankan syariat sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., menilai bahwa ibadah kurban tidak sekadar memiliki dimensi spiritual, melainkan juga membawa dampak sosial yang nyata. Menurutnya, semangat "Tandang Bareng" berbagi menjadi kunci penting untuk menjaga kebersamaan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
“Kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan manifestasi dari solidaritas sosial. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, semangat untuk peduli dan berbagi menjadi kunci untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat kita,” papar Heri.
Heri juga membagikan kiat bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan kurban secara lebih matang pada tahun-tahun mendatang, salah satunya melalui perencanaan keuangan yang matang sejak awal tahun.
Baca Juga:
Momentum Iduladha 2026, Lapas Kelas I Malang Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban hingga ke Luar “Tembok”Pertama, Komitmen Sejak Awal Tahun: Menyisihkan dana secara berkala mengingat kurban adalah agenda tahunan yang bisa direncanakan.
Kedua, Sistem Kolektif: Memanfaatkan sistem kurban kolektif (patungan) untuk hewan sapi.
Ketiga, Opsi Perorangan: Memilih opsi kurban kambing perorangan sebagai metode efektif yang terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Guna memastikan keamanan konsumsi, LDII Banyuwangi berkomitmen menjaga proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban agar tetap higienis, sesuai regulasi kesehatan, dan memenuhi syariat Islam.
Heri menjelaskan bahwa seminggu sebelum pelaksanaan, panitia LDII telah mengikuti pembekalan khusus dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. Pembekalan tersebut berkaitan dengan tata cara penyembelihan dan pemilihan hewan kurban yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Seluruh panitia kurban diwajibkan menjaga standar sanitasi dan kebersihan lingkungan pemotongan secara ketat demi kenyamanan dan keamanan penerima daging.
“Selanjutnya, paket-paket daging kurban dikirimkan secara langsung ke rumah-rumah warga (door to door) yang membutuhkan untuk menghindari kerumunan massal," jelas Heri.
"Distribusi inklusif ini menyasar masyarakat luas di sekitar lingkungan masjid, para santri di pondok pesantren, hingga warga di wilayah tingkatan PC dan PAC majelis ta'lim di seputaran Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya. (*)