KETIK, TULUNGAGUNG – Suara riuh rendah gending jawa dan kepul asap dupa menyelimuti pelataran Pabrik Gula (PG) Modjopanggung, Sabtu, 9 Mei 2026 malam. 

Perusahaan gula peninggalan era kolonial ini menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk sebagai simbol dimulainya musim giling tahun 2026.

Dihadiri oleh General Manager PG. Modjopanggung, Sugiyanto, S.E, M.M, beserta jajaran, GM. PG. Ngadirejo Wayan Mei Purwono, S.P, Danramil kec Kauman, Kapolsek Kec Kauman sekaligus kepala desa se kecamatan Kauman.

Acara yang dipusatkan di area utama PG Modjopanggung ini menyedot antusiasme ratusan warga sekitar dan karyawan.

Kehadiran Ki Sun Gondrong, dalang kondang asal Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, menjadi daya tarik utama dengan gaya sabetan dan banyolannya yang khas.

Baca Juga:
Kesenian Tayub di Kabupaten Pacitan Kian Lestari, Jadi Benteng Budaya Lokal

Tradisi dan Harapan Melalui Budaya

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari tradisi selamatan giling yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Melalui filosofi pewayangan, manajemen berharap proses produksi tahun ini diberikan kelancaran, keselamatan kerja, serta hasil rendemen yang maksimal.

Sambutan General Manager PG Modjopanggung Sugiyanto 

Dalam sambutannya di atas panggung sebelum penyerahan tokoh wayang (gunungan), General Manager PG Modjopanggung menyampaikan pesan optimisme bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:
HUT ke-52 PPNI Tulungagung, Ratusan Warga Padati GOR Lembupeteng untuk Senam dan Cek Kesehatan Gratis

"Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk melestarikan budaya adiluhung, tetapi juga untuk memanjatkan doa bersama," ucap Sugiyanto dalam sambutannya.  

"Musim giling tahun 2026 ini adalah momentum besar bagi kita semua. Kami menargetkan efisiensi yang lebih tinggi dan sinergi yang lebih erat dengan para petani tebu di wilayah Tulungagung dan sekitarnya," ujarnya. 

Menurut Sugiyanto dalam sambutannya mengatakan, Mulai Giling di PG. Modjopanggung akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2026.

"Dengan dimulainya giling ini, kami berharap roda ekonomi masyarakat ikut berputar lebih kencang. Semoga PG Modjopanggung tetap menjadi tumpuan yang kokoh bagi ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas gula sekaligus memenuhi target dari PT. Sinergi Gula Nusantara," tambahnya.

"Selamat menikmati pagelaran, semoga nilai-nilai kebaikan dalam lakon malam ini dapat kita petik bersama," pungkasnya.

Ritual penyerahan gunungan, dari General Manager PG. Modjopanggung Sugianto kepada Dalang pada malam ini Ki Sun Gondrong menandai pertunjukan wayang kulit di mulai dengan membawa lakon Wahyu Ketentraman dan lawakan dari Gareng asal Jawa Tengah.

Pagelaran berlangsung khidmat sekaligus meriah hingga fajar menyingsing, menandakan kesiapan penuh seluruh jajaran mesin dan kru PG Modjopanggung untuk "bertempur" mengolah tebu menjadi butiran manis kemakmuran.(*)