Tamatan SMA/SMK Jadi Beban? Ini Cara Pemkab Pacitan Tekan Pengangguran

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Naufal Ardiansyah

26 Jul 2024 05:00

Thumbnail Tamatan SMA/SMK Jadi Beban? Ini Cara Pemkab Pacitan Tekan Pengangguran
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono saat berbicara soal tingginya angka pengangguran dan para pencari kerja tamatan SMA/SMK di Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Angka pengangguran di kalangan lulusan SMK dan SMA di berbagai wilayah mendominasi. Salah satunya juga terjadi di Pacitan, Jawa Timur.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono mengatakan, sedikitnya ada tiga langkah strategis yang diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam upaya menekan masalah tunakarya ini.

Pertama, yakni melalui peningkatan kerjasama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK).

BKK akan berperan aktif dalam memfasilitasi penyaluran lulusan SMK ke dunia kerja melalui kerjasama lembaga pendidikan dan perusahaan.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Akan kami memaksimalkan lagi kerjasama itu, ini penting karena BKK dibawah SMK memang untuk memfasilitasi siswa-siswi yang baru lulus," paparnya, kepada Ketik.co.id.

Kedua, penguatan keterampilan siswa.

Siswa akan didorong untuk menggali dan meningkatkan keterampilan sesuai dengan jurusan masing-masing selama magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Pasalnya, itu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para pencari kerja. Banyak lulusan SMA/SMK di Pacitan yang belum memiliki keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh industri.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

"Saat PKL selama beberapa bulan itu, akan kami dorong agar betul-betul dimanfaatkan untuk menggali atau menambah skill siswa. Jadi tidak hanya dianggap formalitas, tapi untuk guru pembimbingnya memang mencari tempat-tempat dimana siswa-siswa itu sesuai jurusan, atau bahkan diberikan kerja," gagasnya.

Ketiga, menarik investor untuk membuka usaha di Pacitan.

Adanya pembangunan industri via investor ditujukan agar terciptanya lapangan kerja baru.

Selain kurangnya keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar, pertumbuhan perusahaan di Pacitan yang relatif lambat diklaim turut menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran.

Beberapa perusahaan besar, seperti tiga perusahaan rokok Pacitan, punya jumlah kebutuhan tenaga kerjanya yang cenderung terbatas.

"Jadi harapan kami memang untuk stakeholder yang terkait bisa menarik investor ke Pacitan, sehingga pengangguran yang ada di Pacitan ini bisa terserap dan tidak keluar di ke luar kota atau merantau," pintanya.

Lebih jauh, pihaknya mengatakan, sejatinya pasar kerja bagi para lulusan SMA/SMK masih terbuka lebar, namun di luar daerah. Dia mencontohkan, potensi pekerjaan seperti pabrik garmen atau tekstil di daerah tetangga, masih banyak tersedia.

"Tinggal bagaimana para pencari kerja dapat berupaya secara mandiri untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tentunya pemerintah pasti siap memfasilitasi," tandasnya.

Sekadar informasi, mengacu rilis BPS, soal keadaan ketenagakerjaan di Pacitan per Agustus 2023. Jumlah pengangguran terbuka di Pacitan mencapai 7.210 orang.

Penyumbang tertinggi, adalah tamatan SMA sederajat dengan presentase, yakni 3,76 persen. Disusul lulusan SMP sederajat sebesar 2,68 persen. (*)

Baca Sebelumnya

Cerita Penjual Kacang Pacitan: Setiap Sujud Minta Rezeki Anak Dilancarkan

Baca Selanjutnya

Diduga Selingkuh, Warga Datangi Kalurahan Tuntut Dukuh di Kulon Progo Mundur

Tags:

pacitan Disdagnaker Pacitan Tamatan SMA/SMK pengangguran info loker

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar