KETIK, MALANG – Museum Old Cinema Malang kembali hadir memperkenalkan poster-poster film dan alat perfilman jadul di Tong Tong Night Market yang digelar oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang di Taman Tjerme. Acara tersebut berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Dalam ajang Tong Tong Night Market, terdapat satu stan yang menarik perhatian banyak pengunjung. Bukan stan makanan maupun suvenir, Museum Old Cinema Malang turut berpartisipasi dengan memamerkan beragam poster film zaman dahulu yang masih dikoleksi hingga kini, serta alat pemutar film lawas.
Hariadi, pemilik Museum Old Cinema, menyampaikan bahwa pada Tong Tong Night Market kali ini ia hanya membawa sekitar lima persen dari seluruh koleksi poster yang dimilikinya. Ia mengungkapkan bahwa semua poster yang dipamerkan merupakan karya asli yang digunakan pada masa film-film tersebut dirilis.
Menurutnya, poster-poster film zaman dahulu merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda. Karena itu, kehadirannya di Tong Tong Night Market bertujuan menunjukkan perjalanan sejarah perfilman Indonesia.
"Enggak banyak, ini hanya 5% dari milik saya. Masih ribuan di rumah. Ini gambar asli. Memang kita tunjukkan bahwa inilah film-film yang dibuat oleh para sutradara zaman dulu. Semua ini hasil kerja keras mereka," tutur Hariadi.
Baca Juga:
Ini Daftar Lengkap Mutasi Pemkot Malang Juli 2026, Sekda Turun Jabatan"Sudah lima tahun ikut acara Tong Tong Night Market. Ini kan budaya Indonesia semua. Harapannya, orang-orang mengetahui bagaimana cerita-cerita lama ini bisa menjadi sesuatu yang positif bagi generasi muda," imbuhnya.
Selain itu, ia juga membawa proyektor yang digunakan untuk memutar film sekitar 60 hingga 70 tahun lalu. Kehadiran Museum Old Cinema membuat banyak pengunjung Tong Tong Night Market dapat mengenal sejarah perfilman Indonesia.
"Ini namanya proyektor. Dulu kalau filmnya putus, nanti ada tulisan 'sebentar lagi film putus' atau 'sebentar lagi istirahat'. Waktu itu belum ada teknologi seperti sekarang, jadi semuanya ditulis dengan tangan," ujar Hariadi.
Baca Juga:
Jadi Rujukan Nasional! Bogor dan Jember Datang Berguru ke Tugu Tirta Kota Malang Hariadi juga mengatakan bahwa Tong Tong Night Market merupakan tradisi yang telah menjadi salah satu kebanggaan Kota Malang. Menurutnya, The Shalimar Boutique Hotel Malang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Malang tempo dulu sehingga acara tersebut terus diselenggarakan untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
"Tong Tong Night Market ini merupakan satu tradisi yang saya lihat menjadi kebanggaan Kota Malang karena sudah mendapat perhatian hingga tingkat internasional. Jadi, The Shalimar Boutique Hotel Malang, menurut saya, peduli terhadap situasi Malang tempo dulu. Menurut saya, acara ini perlu dikunjungi oleh para wisatawan di Kota Malang maupun di Jawa Timur," jelas Hariadi.
Melalui Tong Tong Night Market, Museum Old Cinema terus memperkenalkan kreativitas para sineas dan sutradara Indonesia pada masa lalu. Kehadiran museum tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah perfilman sekaligus mengenal budaya Kota Malang.