KETIK, ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab Aceh Singkil) tengah berjuang ke Pemerintah Pusat untuk menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). SNT merupakan program prioritas Kementerian Dasar, dan Menengah, yang menggabungkan jenjang SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan berkelanjutan.

Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon mengatakan perjuangan seni dan prestasi penting ditingkatkan. Hal ini untuk mengangkat perjuangan pendidikan anak daerah agar prestasi baik.

"Kebutuhan lahan untuk Sekolah Terintegrasi 20 hektare. Dan alhamdulillah calon lokasi sudah kita temukan di belakang kantornya bapak Dandim, seluas 14 hektare. Nanti dicari lagi sisa 6 hektare, " kata Safriadi Oyon, Selasa malam, 18 Agustus 2026, saat pembukaan Pentas Seni Kemerdekaan, di alun-alun Pulo Sarok. 

Dengan semangat Oyon, menyampaikan misi besarnya sedari awal masa kepemimpinan sebagai bupati Aceh Singkil, bagaimana agar pendidikan di daerahnya dapat berkembang baik dari sisi kualitas, dan kuantitas.

"SNT kelak dilengkapi fasilitas modern, seperti smart classroom, laboratorium internasional, dan pusat olahraga berstandar tinggi serta kurikulum kombinasi memadukan standar nasional dan internasional dengan pendekatan STEAMS, " jelasnya. 

Baca Juga:
Pakaian Motif Daerah Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Kemenag Aceh Singkil

Oyon menambahkan, selain SNT, tahun ini perbaikan fisik di sekolah-sekolah Aceh Singkil, yang sudah berjalan sejak Maret lalu dari dana pusat Rp40 Miliar, bulan Juni Rp50 miliar, serta rehabilitasi sekolah Ibtidaiyah dan MTsN diperkirakan sekitar Rp20 Miliar lagi.

"Dan di Desa Bukit Harapan, Singkohor, Sekolah Rakyat bakal segera dibangun. Segala kelengkapan administrasi sudah selesai," ujarnya.

Kedepan katanya, tidak ada lagi alasan anak-anak Aceh Singkil, tidak bersekolah. " Semua anak yang kurang mampu dari jenjang sekolah dasar hingga SMA dibiayai. Kita ingin lahir generasi muda yang berprestasi," terangnya.

Sejak dahulu, Aceh Singkil, telah melahirkan ulama besar, Mufti Agung di Kesultanan Aceh, bergelar Qadhi Malikul Adil, pejabat tinggi hukum islam, dan penasehat pemerintahan di Kesultanan Aceh, Syech Abdurrauf As-Singkili, ungkapnya. (*) 

Baca Juga:
121 Tim Ikuti Kapolres Asahan Cup, Wabup Rianto Dorong Pembinaan Talenta Berkelanjutan