Tahun Dal: Keraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Labuhan Ageng Merapi

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Al Ahmadi

19 Jan 2026 20:14

Thumbnail Tahun Dal: Keraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Labuhan Ageng Merapi
Bupati Sleman Harda Kiswaya (kiri) secara simbolis menerima ubarampe labuhan dari utusan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam upacara serah terima Hajad Dalem Labuhan Ageng Gunung Merapi di Pendopo Kantor Kapanewon Cangkringan, Sleman, Senin 19 Januari 2026. (Foto: Prokompim for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kantor Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Senin pagi, 19 Januari 2026.

Sebanyak 200 orang menjadi saksi prosesi serah terima ubarampe atau perlengkapan upacara adat Hajad Dalem Labuhan Merapi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, prosesi kali ini menyandang status Labuhan Ageng, sebuah siklus  delapan tahunan yang digelar karena bertepatan dengan Tahun Dal dalam penanggalan Jawa.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.30 WIB ini menandai dimulainya rangkaian peringatan Tingalan Dalem Jumenengan atau bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang ke-37.

Makna Spiritual Labuhan Ageng

Utusan Keraton Yogyakarta, Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Widyawinata, menegaskan pentingnya prosesi ini dalam tatanan tradisi Jawa. Ia menyampaikan puji syukur atas rahmat dan karunia Tuhan sehingga seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana dengan lancar.

Menurutnya, kegiatan serah terima uborampe merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dilakukan atas perintah langsung atau dhawuh Sinuwun.

"Upacara Labuhan ini dilaksanakan dalam rangka Hajat Dalem Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang rangkaiannya berlangsung di Keben Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Meskipun dilaksanakan setiap tahun, tahun ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan 30 Rajab atau Tingalan Jumenengan Dalem ke-37, yang jatuh pada Tahun Dal sehingga digelar Labuhan Ageng," terang KMT Widyawinata.

Ia menambahkan bahwa esensi dari prosesi Labuhan merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan rakyat Yogyakarta. Melalui ritual ini, doa dipanjatkan agar Sri Sultan, Karaton, dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.

Kelengkapan Ubarampe dan Dukungan Pemerintah

Sebagai Labuhan Ageng, ubarampe yang diserahkan jauh lebih lengkap dibanding labuhan tahunan biasa. Kelengkapan tersebut meliputi kain sakral Nyamping Limar, Nyamping Cangkring, Semekan Gadung Melati, Semekan Gadung, Destar Doro Muluk, hingga Panigset Udorogo.

Diserahkan pula Ses Wangen, Selo, Ratus, serta Lisah Konyoh. Ciri khas utama dalam Tahun Dal ini adalah disertakannya Kambil Watangan, yakni pelana kuda yang terbuat dari kayu.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Foto Usai diterima secara formal oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, ubarampe Hajad Dalem Labuhan Ageng Gunung Merapi selanjutnya diserahkan kepada Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Wedono Surakso Hargo (Asih), untuk di bawa ke Dusun Kinahrejo, Cangkringan. Perlengkapan sakral ini disemayamkan semalam sebelum dibawa ke Srimanganti di tubuh Merapi pada Selasa pagi untuk prosesi ritual labuhan dan doa keselamatan. (Foto: Lik Is for Ketik.com)Usai diterima secara formal oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, ubarampe Hajad Dalem Labuhan Ageng Gunung Merapi selanjutnya diserahkan kepada Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Wedono Surakso Hargo (Asih), untuk di bawa ke Dusun Kinahrejo, Cangkringan. Perlengkapan sakral ini disemayamkan semalam sebelum dibawa ke Srimanganti di tubuh Merapi pada Selasa pagi untuk prosesi ritual labuhan dan doa keselamatan. (Foto: Lik Is for Ketik.com)
 

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menerima langsung perlengkapan tersebut, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh hajad dalem ini sebagai upaya nguri-uri budaya adiluhung.

"Kami ikut mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan khidmat. Ini adalah wujud rasa syukur atas nikmat kesuburan tanah dan perlindungan bagi masyarakat Sleman," tutur Harda.

Dukungan serupa disampaikan Panewu Cangkringan, Tamzis Sarwana, yang berharap kegiatan ini membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi warga, terutama mereka yang tinggal di lereng Merapi.

Puncak Ritual di Srimanganti

Usai seremoni di Kapanewon, iring-iringan pembawa ubarampe bertolak menuju Petilasan Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo. Di sana, suasana meriah tercipta melalui pertunjukan fragmen seni dan tradisi rayahan gunungan oleh masyarakat sekitar.

Seluruh perlengkapan kini telah berada di tangan Juru Kunci Gunung Merapi. Rangkaian Hajad Dalem ini akan mencapai puncaknya pada Selasa pagi, 20 Januari 2026. Pada pukul 06.00 WIB para abdi dalem akan membawa ubarampe tersebut mendaki menuju pos Srimanganti di lereng Merapi untuk menggelar puncak ritual labuhan dan memanjatkan doa keselamatan, mempertegas harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. (*)

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman
Baca Sebelumnya

Gudang Kemplang Udang di Banyuasin Dibobol Pencuri, Korban Rugi Rp3,5 Juta Lebih

Baca Selanjutnya

Tingkatkan Ketajaman Serangan, Persik Kediri Bidik Striker Asing

Tags:

Labuhan Merapi Labuhan Ageng Tahun Dal Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X Kabupaten Sleman Cangkringan Budaya Jawa Tingalan Dalem Jumenengan Harda Kiswaya Mbah Maridjan Pemkab Sleman Bupati Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar