Survey Membuktikan, Warga Muhammadiyah dan NU Mayoritas Dukung Prabowo-Gibran

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

2 Feb 2024 11:00

Thumbnail Survey Membuktikan, Warga Muhammadiyah dan NU Mayoritas Dukung Prabowo-Gibran
Podcast Wes Wayahe, di Rumah Asprasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jatim, Jalan Diponegoro, nomor 9 Kota Surabaya, Jumat (2/2/2024). (Foto: TKD Jatim)

KETIK, SURABAYA – Pasangan calon (Paslon) Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terus memperoleh dukungan di dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Bentuk dukungan kali ini diutarakan dua tokoh agama dari Surabaya, Profesor Biyanto dan Gus Miftah. Keduanya menyebut mayoritas warga Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mendukung Prabowo-Gibran.

Itu diungkapkan keduanya saat bincang santai di studio Podcast Wes Wayahe, Rumah Asprasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jatim, di Jalan Diponegoro, nomor 9 Kota Surabaya.

Profesor Biyanto menyebut banyak tokoh muda Muhammadiyah semisal Daniel Simanjuntak, mantan PP Muhammadiyah, Anthony, Najih dan Zulfikar, Sekjen & Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, di barisan Prabowo.

"Masih banyak lagi tokoh Muhammadiyah yang  menempati di barisan Paslon 02," tambahnya, Jumat (2/2/2024).

Baca Juga:
PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

Apa sebab dukungan itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim ini memastikan ada sinkronisasi Prabowo-Gibran dengan concern Muhammadiyah, yakni bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Hal itu dibuktikan dengan hasil survei Poltracking yang menyebut bahwa warga Muhammadiyah yang ada di barisan Paslon Prabowo-Gibran mencapai 42 persen.

Padahal, karakter pemilih Muhammadiyah itu suaranya otonom, mandiri, dan tidak tergantung elit. Kondisi itu membuat Muhammadiyah, terjaga menjadi circle society.

"Di Muhammadiyah, memilih pemimpin itu memakai kriteria dan cukup memakai isyarat. Cenderung logika dan kecerdasan akal," ujarnya.

Baca Juga:
Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah dan Arifah Saksikan Deklarasi 9 Tuntutan ke PBB

Karakter dasar suara Muhammadiyah sulit dimobilisasi. Tidak ada gus, tapi yang ada hanya gaes. Semua pribadi memiliki otoritas. Jika ingin dukungan maksimal, harus benar-benar beririsan dengan program Muhammadiyah.

Siapa yang bisa meyakinkan itu, akan punya keuntungan elektoral. Soal satu putaran atau dua putaran terserah masyarakat. Plus minusnya ada. Berpulang kepada masing-masing.

Sementara itu Gus Miftah, Wakil Sekretaris PCNU  Surabaya ini dengan gamblang mengatakan tradisi warga Nahdliyin adalah nderek kiai.

Jika kiai mendukung ke Paslon 02, maka otomatis warga NU akan mengikuti. "Tradisi NU itu tawadhu kepada kiai panutannya," ujarnya.

Namun secara organisasi, struktural pengurus NU tidak boleh terlibat di politik praktis.

"Uniknya di NU, para tokoh itu seolah terpaksa terlibat secara pribadi dalam dukungan. Karena pasti tokoh NU itu dituakan atau jadi panutan di wilayah masing-masing," ujar Gus Miftah.

"Otomatis terlibat di model Pemilu langsung ini yang one man one vote. Itulah sebabnya warga NU pasti masih tanya ke tokoh tadi, harus ke mana, setelah itu mereka mengikuti panutannya tadi,"  imbuhnya.

Hanya saja memang di NU melarang secara organisasi, terlibat di politik praktis. Jika pribadinya, diperbolehkan. Seperti Gus Ipul, yang karena menjabat Sekjen PBNU hanya diizinkan secara pribadi, lalu diikuti massa pendukungnya. Termasuk Khofifah, yang masuk TKN, sehingga PBNU menonaktifkannya.

Menuju akhir sesi, moderator Sima, membacakan hasil survei dari lembaga Poltracking, yang menyebut warga NU sebanyak 48,8 persen mendukung Paslon 02, sedangkan lembaga SMRC, menyebut angka 50,7 persen warga NU ke Paslon 02.

Sementara itu, pengamat politik dari Departemen Politik Universitas Airlangga, Fahrul Muzakki, membeber bahwa jika pengikut NU di Indonesia telah mencapai 59,5 persen dari asumsi 270 juta total jumlah penduduk Indonesia maka warga NU saja berkisar 159 juta.

Di Jawa Timur, dengan komposisi 40 juta penduduk, dengan hak pilih 31 juta, dan dalam survei sekitar 42 persen warga NU di barisan Prabowo, artinya bisa tembus 13 juta pemilih NU ke Prabowo. Paslon lain tentu di bawahnya.

Fahrul, melihat di momentum elektoral ini ada hubungan mutualisme Prabowo-Gibran dengan NU dan Muhammadiyah.

"Gelombang besarnya di Paslon 02. Paslon lain kecil. Bahkan ada yang menyebut survei Prabowo tembus 55-60 persen untuk Jatim saja," ujarnya.

Sebagai daerah dengan penduduk atau hak pilih terbanya II setelah Jabar,  Provinsi Jatim sangat menentukan peta politik nasional. "Jatim itu miniatur politik Indonesia," ujarnya.

Hanya saja, dia melihat bahwa faktor magnet tidak semata karena calonnya.

Ibarat calon itu barang yang dipajang di etalase toko. "Kenapa sebab menarik? Ya..kita harus melihat ke dalam isi toko. Di sana ada apa saja, siapa saja, dan strateginya gimana," ujarnya.

Pengaruh Khofifah Effect Tebalkan Suara Prabowo Gibran

Di sini Fahrul mengingatkan kepada kubu Prabowo di Jatim bahwa dukungan besar itu jangan lantas membuat terlena.

"Sisi yang menguntungkan, selama ini ternyata Prabowo sering di balik layar. Diam- diam menemui kiai, ditambah faktor Pak Jokowi," ujarnya.

"Apalagi sejak Khofifah, masuk TKN. Dia kan merepresentasikan NU, ditambah seorang gubernur Jatim. Maka Khofifah effect luar biasa dukungan NU ke Prabowo-Gibran," ujarnya.

Terakhir moderator Sima, mengajak masyarakat memenangkan Prabowo sekali putaran.

Dengan demikian Pemilu akan segera selesai dan tidak akan terjadi pembelahan dukungan di bawah. Dan bangsa ini bisa segera membangun urusan lain. (*)

Baca Sebelumnya

KPU Kota Malang Lakukan Antisipasi Insiden Pemilu 2019 yang Dialami Petugas KPPS

Baca Selanjutnya

Bangun Ekosistem Digital, 186 Start Up Telah Berkembang di Kota Malang

Tags:

Prabowo-gibran Pilpres 2024 pemilu 2024 TKD Jatim Prabowo-Gibran TKD Jatim Jawa timur nu Muhammadiyah pilpres2024 pemilu2024

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar