KETIK, MALANG – Suasana Lapas Perempuan Kelas IIA Malang terlihat dipenuhi suka cita dalam aksi donor darah, Kamis, 16 April 2026. Bahkan, Lapas Perempuan Malang berhasil melampaui target dengan 50 kantong darah yang terkumpul.
Aksi donor darah ini diikuti oleh petugas pemasyarakatan yang berasal dari Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Lapas Kelas I Malang, Bapas Kelas I Malang, dan PMI Kota Malang. Kegiatan tersebut sekaligus digelar dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Endang Margiati, turut hadir untuk memantau sekaligus turun langsung menjadi salah satu pendonor darah. Menurutnya, aksi donor darah menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.
“Setetes darah yang disumbangkan merupakan wujud kepedulian untuk masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk selalu hadir dan berdampak positif bagi sesama,” ujar Endang.
Baca Juga:
Kanwil DJP Jatim III Sosialisasikan Coretax kepada Media di Malang, Dorong Kemudahan Pelaporan Pajak DigitalIa menjelaskan bahwa aksi tersebut menjadi penegasan bahwa lembaga pemasyarakatan di Malang tidak sekadar berfokus pada pembinaan, tetapi juga turut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Di usia yang ke-62, pemasyarakatan terus berbenah dan bertransformasi menjadi institusi yang modern, humanis, dan benar-benar bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Aksi donor darah rupanya berhasil menarik antusiasme para pegawai. Meskipun kuota yang ditetapkan hanya 50 kantong darah, hasil yang didapatkan ternyata mampu memenuhi target dengan cepat. Sejak pagi hari, pegawai silih berganti datang untuk mendonorkan darahnya.
“Luar biasa antusiasme teman-teman pegawai hari ini. Kuota 50 kantong langsung terpenuhi dengan cepat. Ini bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan Malang sangat tinggi,” ujar Monic, perawat senior LPP Malang.
Baca Juga:
Sosok Vulla Hendrata, Builder Kota Malang yang Mendunia lewat Karya Kustom Motor Matik ArjunoAntusiasme juga diperlihatkan oleh Selvi, salah satu pegawai LPP Malang yang merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa donor darah bukanlah hal yang menyakitkan seperti yang sering dipikirkan orang awam.
“Banyak yang mikir donor darah itu sakit, padahal aslinya sama sekali enggak! Malah saya merasa senang sekali karena tahu darah ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Rasanya plong bisa ikut berkontribusi langsung,” ungkap Selvi.