KETIK, MALANG – Warga Malang Raya, terutama di wilayah Kota dan Kabupaten Malang, dibuat gaduh akibat pemadaman listrik yang terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026. Pemadaman tersebut berlangsung secara bergiliran di sejumlah titik sejak pagi hingga sore hari.
Sehari sebelumnya, pada waktu yang hampir bersamaan, pemadaman serupa juga sempat melanda beberapa wilayah di Malang Raya.
Kekesalan masyarakat seolah berlipat ganda. Sebab, pemadaman listrik secara mendadak ini terjadi tepat saat warga tengah dihangatkan oleh kenaikan harga Pertamax. Kondisi ini pun langsung memicu keresahan yang meluas di tengah masyarakat.
Kehebohan warga memuncak lantaran aliran listrik terputus secara mendadak tanpa adanya informasi atau pemberitahuan awal dari pihak PLN. Terlebih lagi, kondisi cuaca saat itu sedang cerah, sehingga pemadaman tiba-tiba ini memicu keresahan masyarakat.
Dampak dari pemadaman ini juga meluas hingga ke jalan raya. Matinya lampu lalu lintas (traffic light) memicu kesemrawutan dan kemacetan parah, salah satunya terlihat di simpang empat Jalan Veteran, Kota Malang, sekitar pukul 15.00 WIB. Tanpa adanya rambu yang berfungsi, kendaraan dari berbagai arah tampak saling berebut untuk melintas.
Baca Juga:
Sempat Buron 2 Bulan, Pembobol Jok Motor Rp12 Juta di Malang Akhirnya DicidukSementara itu, jagat maya dan grup pesan singkat Pengaduan Pelayanan Publik langsung dibanjiri pertanyaan warga pada sore harinya sekitar pukul 16.30 WIB.
“Mendit Mangliawan mati juga listriknya,” tulis salah seorang warga.
“Mohon info pemadaman listrik yang berada di Wonokoyo - Kedungkandang dan sekitarnya,” sahut warga lainnya.
Terpisah, Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, membenarkan adanya pemadaman di sejumlah wilayah Malang Raya saat dikonfirmasi oleh awak media.
Baca Juga:
BBM Naik di Tengah Rupiah Anjlok, PMII Jatim: Rakyat Lagi yang Menanggung Beban“Iya betul (pemadaman listrik). Ada beberapa (wilayah yang padam),” ujarnya.
Menurut Agung, pemadaman listrik tersebut disebabkan oleh adanya kendala teknis dan agenda rutin di lapangan.
“Ada yang karena gangguan, ada juga karena pemeliharaan,” ungkapnya.(*)