KETIK, SURABAYA – Seiring dengan dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden pada 2024 lalu, nama Sufmi Dasco Ahmad kian sering diperbincangkan media. Loyalitasnya kepada Prabowo selama dua dasawarsa membuatnya dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR, dari Partai Gerindra.
Di sela-sela kesibukannya di dunia politik, ia juga terus memperdalam kepakarannya dalam bidang hukum hingga kemudian ditahbiskan sebagai guru besar.
Dengan nama lengkap Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., ia merupakan salah satu figur penting dalam politik nasional Indonesia saat ini.
Dengan jabatan resmi sebagai Wakil Ketua DPR RI, Dasco kerap menjadi penghubung informal antara eksekutif dan legislatif. Pada Jumat, 2 Desember 2026 lalu misalnya, Dasco secara khusus bersama Menteri Sekretaris Negara Praseyo Hadi diundang langsung oleh Presiden Prabowo untuk membicarakan pemulihan Aceh, Sumut dan Sumbar pasca banjir bandang.
Lahir di Bandung, Jawa Barat, 7 Oktober 1967, Dasco dikenal bukan hanya sebagai politikus, tetapi juga akademisi dan pengusaha yang memiliki perjalanan karier panjang dan beragam.
Pendidikan dan Awal Karier
Perjalanan pendidikan Dasco terbilang unik dan penuh variasi. Ia memulai pendidikan formal di SD Negeri 66 Palembang, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 43 Jakarta dan SMA Negeri II Manado. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Dasco memilih menekuni bidang teknik elektro dan meraih gelar sarjana dari Universitas Pancasila pada tahun 1993.
Namun, minatnya kemudian berubah ke bidang hukum. Ia kembali kuliah dan menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Jakarta, Magister Hukum di Universitas Islam Jakarta, dan akhirnya Doktor Ilmu Hukum di Universitas Islam Bandung.
Menapaki Dunia Politik
Karier politik Dasco dimulai dari kedekatannya dengan rekan bisnisnya, Fadli Zon, yang kemudian memperkenalkannya ke kancah politik praktis. Ketika Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berdiri, Dasco langsung terlibat aktif dan sejak 2008 dipercaya memegang berbagai posisi penting di internal partai, termasuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan.
Pada Pemilu 2014, Dasco terpilih sebagai Anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Banten III, dan sejak saat itu kiprahnya di parlemen terus meningkat.
Kesuksesan Dasco kian nyata saat ia pertama kali dipilih menjadi Wakil Ketua DPR RI pada tahun 2019, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Fadli Zon dalam kepemimpinan DPR periode 2019–2024.
Dalam periode 2024–2029, Dasco kembali dipercaya untuk mengemban jabatan yang sama sebagai salah satu dari lima Wakil Ketua DPR RI. Pada periode ini, ia memegang tugas koordinasi dalam bidang Politik dan Keamanan (KORPOLKAM) yang mencakup Komisi I-III, Badan Legislasi, dan kerja sama antar parlemen.
Peran Akademik dan Profesional
Selain aktif di dunia politik, Dasco juga memiliki catatan panjang dalam dunia akademik. Pada tahun 2020, ia terpilih menjadi Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), dan pada 2022 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Pakuan.
Perpaduan antara latar belakang akademik dan pengalaman legislatif membuat Dasco dikenal tidak hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai seorang intelektual yang aktif dalam kajian hukum dan kebijakan publik.
Pengabdian Dasco kepada negara turut diakui melalui penghargaan bangsa. Ia menerima Bintang Mahaputera Adipradana pada 14 Agustus 2024 serta penghargaan Bintang Republik Indonesia Utama pada 25 Agustus 2025 — dua tanda kehormatan penting dari negara.
