Sosialisasi Germas di Cilacap, DPR RI Teti Bahas Persoalan Nonaktif BPJS PBI hingga Konsumsi Jamu Ilegal

Jurnalis: Nani Ekowati
Editor: Rahmat Rifadin

9 Nov 2025 22:16

Thumbnail Sosialisasi Germas di Cilacap, DPR RI Teti Bahas Persoalan Nonaktif BPJS PBI hingga Konsumsi Jamu Ilegal
Sosialisasi Germas, Penggunaan Jamu Yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat bersama DPR RI, Teti Rohatiningsih, 9 November 2025. (Foto:Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, CILACAP – Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat digelar Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar Teti Rohatiningsih di Gedung Tenis Indoor Jalan. Dr. Sutomo Cilacap, Minggu 9 November 2025.

Dalam kegiatan tersebut membahas tentang edukasi penggunaan jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih menyampaikan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan jamu sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus solusi kesehatan yang dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat.

“Jamu sekarang sudah masuk farmakologi, dulu kan jamu itu identik dengan obat tradisional namun sekarang bisa dicombine dengan bahan-bahan berbasis kimia yang memenuhi standar yang tidak merusak organ tubuh," ujarnya.

Baca Juga:
PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Foto Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar saat di wawancara, Minggu 9 November 2025. (Foto: Nani Eko/Ketik)Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar Teti Rohatiningsih saat diwawancara, Minggu 9 November 2025. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

"Selain itu dengan adanya pabrik atau perusahaan jamu dapat membangkitkan ekonomi dan menggerakkan pertanian" imbuh Teti.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung pemanfaatan jamu secara tepat. Menurutnya, edukasi semacam ini akan mendorong tumbuhnya industri jamu lokal yang mampu bersaing, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Legislator dari Partai berlambang beringin ini juga menjelaskan tentang pengurangan penggunaan BPJS yang selama ini dicover pemerintah atau Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).

Baca Juga:
Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Sebanyak 7,3 juta peserta telah dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) termasuk di Kabupaten Cilacap.

Adapun penonaktifan peserta PBI JKN dari pemerintah dilakukan lantaran tidak tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Selain tidak tercatat dalam DTSEN, karena ada pemotongan anggaran dari pusat, sementara pemerintah daerah tidak dapat mengcover karena tidak ada anggaran. Informasi dari BPJS Kesehatan terkait pemotongan kartu PBI di Cilacap kuota dari 750 ribu sekarang hanya 430 ribu," pungkasnya.

Oleh sebab itu untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat berkaitan dengan kebijakan pemerintah, Teti turun bertemu langsung dengan masyarakat.

"Kami sengaja mengundang Ketua Rt, Rw supaya bisa mensosialisasikan kepada masyarakat. Memang belum ada putusan dari Presiden nanti kita tunggu Kepresnya seperti apa juknisnya, nantinya akan kita bantu sosialisasikan," ucapnya.

Untuk kategori penerima PBI JKN diutamakan masyarakat yang masuk kategori miskin dan memiliki penyakit kategori kronis.

"Untuk pelayanan data melalui NIK, kalau ada yang sakit, atau kartunya tidak dibawa bisa menggunakan KTP saja, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit," tandas Teti. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Sidoarjo Subandi: Mari Guyub Rukun, Saling Bantu, Saling Mendoakan

Baca Selanjutnya

DPRD dan Dindikbud Pemalang Sepakat Kawal Revitalisasi Sekolah Dasar

Tags:

Cilacap bpjs Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Teti Rohatiningsih

Berita lainnya oleh Nani Ekowati

Lecehkan Partai-Ketua Umum, Ketua NasDem Cilacap Kecam Pemberitaan Tempo

15 April 2026 21:57

Lecehkan Partai-Ketua Umum, Ketua NasDem Cilacap Kecam Pemberitaan Tempo

Kepala BPN Cilacap: Sertipikat Elektronik Lebih Aman, Tidak Bisa Dipalsukan Mafia Tanah

15 April 2026 14:54

Kepala BPN Cilacap: Sertipikat Elektronik Lebih Aman, Tidak Bisa Dipalsukan Mafia Tanah

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

12 April 2026 22:29

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

11 April 2026 23:56

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

11 April 2026 08:49

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

8 April 2026 20:08

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar