KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mematangkan agenda besar untuk menyambut Hari Jadi ke-110 yang akan jatuh pada tahun 2026.

Momen bersejarah ini dipandang bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah titik balik untuk melakukan introspeksi mendalam terhadap kinerja birokrasi dalam mengemban mandat rakyat.

Mandat Rakyat Sebagai Prioritas Utama

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, saat di temui Ketik.com, Senin 4 Mei 2026, menekankan bahwa esensi dari peringatan hari jadi adalah evaluasi diri bagi seluruh jajaran pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa keberadaan pemerintah, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif, sepenuhnya adalah untuk kepentingan masyarakat.

Bupati Harda mengingatkan agar seluruh pejabat daerah, termasuk rekan-rekan di DPRD, tetap konsisten berjalan di jalur yang benar sesuai amanah yang diberikan oleh warga Bumi Sembada.

"Peringatan hari jadi ini menjadi pengingat bagi kami dan seluruh jajaran bahwa tujuan utama pemerintahan ini adalah rakyat, bukan hal yang lain," ujar Harda Kiswaya.

Ia berharap melalui momentum ini, transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan dapat semakin ditingkatkan, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:
Perkuat Pengawasan PDAM Tirta Sembada, Bupati Sleman Lantik Kepala Dinas PU Jadi Dewan Pengawas

Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya bagi pemkab Sleman untuk selalu mendengar suara warga, karena kritik dan saran merupakan instrumen penting dalam menjaga jalannya pemerintahan agar tidak melenceng dari kepentingan publik.

Capaian Infrastruktur dan Kesejahteraan Sosial

Menjelang usia Kabupaten Sleman yang ke-110, Bupati Harda memaparkan sejumlah capaian signifikan yang telah diraih Kabupaten Sleman. Salah satu fokus utama adalah pembangunan infrastruktur melalui program "Dalane Padhang, Dalane Alus".

Diungkapkan, Pemkab Sleman terus meningkatkan anggaran pemeliharaan jalan serta memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada pemerintah kalurahan.

Kebijakan ini dibuat lebih fleksibel agar penanganan kerusakan jalan di tingkat lokal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga:
Lawan Vonis 6 Tahun Mantan Bupati Sri Purnomo, Kejari Sleman Ajukan Banding

Bagi Harda, ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik adalah modal dasar bagi mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat Sleman.

Selain infrastruktur fisik berupa akses jalan, Bupati Sleman Harda Kiswaya juga menyoroti penguatan infrastruktur pengairan.

Pemerintah Kabupaten Sleman secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk meninjau dan menindaklanjuti permohonan pembangunan jaringan irigasi.

Langkah ini diambil guna memastikan ketahanan pangan dan produktivitas sektor pertanian di wilayah Sleman tetap terjaga melalui ketersediaan air yang memadai bagi para petani.

Di bidang jaminan kesehatan, Bupati Harda menyatakan rasa syukurnya atas capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sleman yang telah menyentuh angka 98 persen.

Prestasi ini memastikan bahwa hampir seluruh warga Sleman kini telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar hingga lanjutan tanpa terkendala biaya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ini agar standar pelayanan tetap prima dan mampu menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Filosofi "Nggendong Mikul" dan Tanggung Jawab Kolektif

Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya, memberikan penjelasan mengenai persiapan teknis dan filosofis peringatan hari jadi di lingkungan Pemkab Sleman. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Sejalan dengan pernyataan Bupati Sleman, Ketua Umum Panitia Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110, Dwi Anta Sudibya, memaparkan detail persiapan teknis dan filosofis peringatan tahun ini.

Sudibya, yang juga menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Sleman (Asek III) , mengungkapkan bahwa tema resmi yang diusung adalah "Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman" .

Filosofi Jawa tersebut mengandung makna yang sangat dalam, yakni sikap siap merawat sekaligus memikul tanggung jawab bersama demi terciptanya keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Menurut Sudibya, semangat "Nggendong Mikul" harus menjadi landasan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam berkolaborasi melayani warga, tanpa ada sekat sektoral yang menghambat pelayanan.

Hal ini menuntut adanya kerja sama yang harmonis antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai.

Landasan Historis dan Rangkaian Agenda Peringatan

Secara administratif dan historis, Sudibya menjelaskan bahwa penetapan hari jadi ini memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Sleman Nomor 12 Tahun 1998.

Berdasarkan regulasi tersebut, hari lahir Sleman ditetapkan pada hari Senin Kliwon, tanggal 15 Mei 1916 atau 12 Rejeb 1846 tahun Je Wuku Wayang.

Momentum historis ini ditandai dengan Surya Sengkala Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang menunjuk angka 1916 Masehi, serta Candra Sengkala Anggana Catur Salira Tunggal yang merujuk pada tahun 1846 Jawa.

Terkait rangkaian acara, Sudibya menyampaikan bahwa Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-110 akan dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Mei 2026.

Upacara ini akan diikuti oleh jajaran Forkopimda dan aparatur pemerintah daerah sebagai bentuk soliditas.

Selain upacara formal, panitia telah menyusun berbagai kegiatan yang menyentuh masyarakat luas, mulai dari prosesi adat pengambilan air suci, kirab budaya di 17 kapanewon, hingga bakti sosial dan bazar UMKM untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan.

Komitmen Akuntabilitas dan Transparansi

Sebagai penanggung jawab bidang administrasi umum, Sudibya menekankan bahwa efisiensi anggaran tetap menjadi prioritas utama panitia.

Ia memastikan seluruh kegiatan dikelola secara akuntabel agar kemeriahan hari jadi tidak hanya menjadi seremoni sesaat, melainkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh rakyat Sleman sesuai dengan semangat "Rahayuning Sleman".

Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya perayaan ini sangat diharapkan agar prinsip transparansi dapat terwujud sepenuhnya demi Sleman yang lebih baik. (*)