KETIK, SITUBONDO – Kabupaten Situbondo mendapat apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Timur atas keberhasilannya mengendalikan angka kelahiran melalui program keluarga berencana (KB).
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, saat melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Rakyat Situbondo dan bertemu langsung dengan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Shodiqin mengungkapkan bahwa salah satu indikator yang menunjukkan keberhasilan program kependudukan di Situbondo adalah Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksinya.
Menurutnya, capaian TFR Kabupaten Situbondo saat ini berada pada angka sekitar 1,9, lebih rendah dan lebih baik dibanding target nasional yang ditetapkan sebesar 2,1.
“Saat ini angka TFR Kabupaten Situbondo berada di kisaran 1,9, lebih baik dibanding target nasional sebesar 2,1. Target nasional TFR adalah 2,1. Sedangkan Kabupaten Situbondo sudah berada di angka sekitar 1,9. Ini sangat baik dan saat ini posisinya sudah ideal,” kata Shodiqin.
Baca Juga:
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim Pastikan SPPG di Situbondo Sudah Menjangkau Sasaran 3BIa menjelaskan, angka tersebut menunjukkan bahwa program keluarga berencana yang dijalankan pemerintah daerah selama ini berjalan efektif dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat.
Tidak hanya dari sisi pengendalian angka kelahiran, sejumlah indikator kependudukan lainnya di Situbondo juga dinilai menunjukkan perkembangan positif.
Karena itu, Situbondo menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur dalam bidang pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk.
“Selain TFR, sejumlah indikator kependudukan lainnya juga menunjukkan tren yang positif. Ini menjadi capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Baca Juga:
15 Titik Jembatan Perintis Garuda Tengah Dibangun di Kabupaten SitubondoShodiqin menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh keluarga berencana, kader lapangan, serta masyarakat yang selama ini aktif mendukung berbagai program kependudukan.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku bangga atas capaian yang berhasil diraih daerahnya.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut, keberhasilan mengendalikan angka kelahiran merupakan hasil dari konsistensi pelaksanaan program keluarga berencana yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
“Tadi kami dipaparkan bahwa Situbondo memiliki capaian yang sangat baik dalam berbagai indikator kependudukan, mulai dari rasio kelahiran hingga indikator keluarga lainnya. Bahkan secara nasional maupun tingkat provinsi, banyak indikator kita yang mendapat penilaian sangat baik,” kata Mas Rio.
Ia menambahkan, kondisi jumlah penduduk Situbondo yang relatif stabil saat ini menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program KB yang terus dijalankan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya berdampak pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kalau melihat jumlah penduduk Situbondo yang relatif stabil, itu salah satunya karena keberhasilan program KB. Tadi semua indikator yang disampaikan perwakilan Kemendukbangga menunjukkan hasil yang positif,” ujarnya.
Mas Rio berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui penguatan program pembangunan keluarga, edukasi kesehatan reproduksi, serta peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana di seluruh wilayah Situbondo.(*)