KETIK, SLEMAN – Aksi kemanusiaan berbalut olahraga yang diisiasi oleh komunitas "Sejoli" (Sedekah, Jogging, Kuliner) kembali menghadirkan kehangatan di selasar rumah sakit. Pada Minggu pagi, 14 Juni 2026, sebanyak kurang lebih 300 an porsi sarapan gratis sukses didistribusikan kepada para keluarga penunggu pasien dan pekerja di lingkungan Masjid Asy-Syifa, RSUP Dr Sardjito.
Acara bakti sosial yang menyasar masyarakat rentan ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan media online nasional Ketik.com yang telah terjalin sejak tahun lalu.
Di balik kelancaran acara tersebut, sebuah kerja keras gotong royong telah dimulai sejak Jumat malam. Para relawan sengaja mencicil beberapa item di Dapur Prima Rasa Sedayu, Bantul. Sehari kemudian memasuki fase di dapur, proses memasak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Sari, yang memimpin para relawan untuk memastikan seluruh hidangan siap tepat waktu sebelum fajar menyingsing.
Sari mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi rasa dan ketepatan waktu agar hidangan bisa tersaji hangat sejak subuh.
"Kami ingin memastikan apa yang kami masak di Dapur Prima Rasa ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga benar-benar layak dan membawa kebahagiaan bagi mereka yang sedang berjuang menemani keluarganya yang sakit," ujar Sari di sela-sela kesibukannya, Sabtu malam 13 Juni 2026.
Menariknya, gerakan sosial ini juga diramaikan oleh hadirnya generasi muda, di mana para relawan remaja seperti Yoa, Gina, Alika, dan Mira turut serta terjun langsung membantu persiapan dan pelaksanaan di lapangan.
Sementara itu, untuk memastikan seluruh paket makanan sampai ke tangan yang tepat dengan tertib, manajemen lapangan dipimpin dengan sigap. Tanggung jawab lini distribusi dan proses pembagian di lokasi sepenuhnya dikomandoi oleh Fitri. Di bawah arahannya, pembagian ratusan porsi sarapan dapat berjalan rapi tanpa menimbulkan antrean yang mengular.
Menu yang disajikan kali ini terbilang sangat lengkap dan memanjakan lidah. Selain menu utama berupa Sop Daging hangat yang di tuang dari atas kompor, Tempe Garit, dan Krupuk, "Sejoli" juga menyertakan snack tambahan berupa Resol Sayur. Sementara untuk pelepas dahaga, tersedia pilihan minuman yang menghangatkan tubuh berupa wedang jahe yang di buat oleh relawan. Seluruh pembiayaan dan bahan makanan ini murni bergerak dari sistem patungan para anggota serta bantuan para donatur, yang salah satunya disokong oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bina Insan Mandiri (BIMa).
Aksi kali ini juga diwarnai dengan cerita-cerita menarik di lapangan. Anggota komunitas merasa bersyukur karena dipertemukan dengan orang baik yang sukarela membawa termos jumbo air panas, sebuah bantuan sederhana namun sangat krusial untuk menjaga kehangatan minuman di lokasi.
Baca Juga:
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Madiun Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Lentera Hati
Sasaran penerima manfaat kali ini juga menyentuh aspek emosional yang mendalam. Di antara kerumunan penunggu pasien, ada Edi, Rukmi, dan Surip, warga asal Kebumen yang sedang bertahan di RSUP Dr Sardjito untuk mendampingi kerabat mereka yang tengah dirawat. Mereka mengaku sangat terbantu dan tidak menyangka akan mendapat perhatian berupa makanan bergizi cuma-cuma di kala fajar.
"Kami sudah beberapa hari di sini dan jujur sering bingung kalau subuh-subuh cari sarapan hangat. Tiba-tiba ada bapak-ibu relawan yang membagikan sop daging dan teh jahe ini, rasanya sangat bersyukur dan matur nuwun sanget atas kepeduliannya," ungkap Surip yang diangguki oleh Edi dan Rukmi dengan mata berkaca-kaca.
Tidak hanya itu, ada pemandangan berbeda pada pergelaran Sejoli kali ini. Untuk pertama kalinya, mereka berbagi ruang dan momentum di lapangan bersama komunitas relawan lain yang kebetulan juga tengah membagikan nasi kotak di area yang sama.
Alih-alih menjadi kendala, pertemuan dua gerakan sosial ini justru semakin memperindah potret indahnya berbagi di Kota Pelajar. Seluruh 300 porsi hidangan yang disiapkan pun habis terdistribusi dengan lancar dan tertib.
Usai seluruh paket sarapan habis tersalurkan, agenda tidak langsung berhenti begitu saja. Para relawan kemudian bergerak beriringan menuju kawasan Tegalrejo. Di seputaran lapangan kawasan Tegalrejo tersebut, seluruh tim relawan berkumpul bersama untuk beristirahat sekaligus melangsungkan sesi evaluasi ringan demi peningkatan kualitas gerakan Sejoli pada aksi-aksi kemanusiaan yang akan datang. (*)