KETIK, YOGYAKARTA – Menjaga kran air tetap mengucur di ribuan rumah tangga perkotaan butuh kerja ekstra. Terlebih di kawasan aglomerasi Kartamantul (Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang sekat wilayahnya sudah menyatu dengan aktivitas harian warga. Di daerah ini, urusan air bersih menuntut pelayanan cepat tanpa terhambat batas birokrasi.
Perumda Air Bersih (PDAB) Tirtatama DIY mengambil posisi di situ. Memasuki usia ke-6, BUMD milik Pemda DIY tersebut fokus memperkuat pasokan air bersih sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Yogyakarta.
Perluasan jaringan perpipaan ini juga ditujukan untuk menekan krisis lingkungan. Salah satunya mengurangi penurunan muka air tanah akibat penyedotan sumur dalam yang makin tak terpadu.
Mengusung tema “Bersinergi Mengalirkan Kebaikan, Membangun DIY yang Berkelanjutan”, peringatan ulang tahun perusahaan di Yogyakarta ini jadi momentum evaluasi layanan. Di lapangan, tim teknis dan manajemen bersiaga 24 jam untuk memastikan pasokan air minum tak terputus dari pagi hingga malam.
Pemasok Air Curah Tiga Daerah
Sebagai BUMD tingkat provinsi, PDAB Tirtatama DIY beroperasi di sektor hulu. Perusahaan bertugas mengolah air baku salah satunya dari Sungai Progo menjadi air minum curah.
Air olahan itu kemudian disalurkan dan dijual ke tiga BUMD air minum daerah: PDAM Kota Yogyakarta, PDAM Sleman, dan PDAM Bantul. Melalui jaringan SPAM Regional Kartamantul ini, PDAB Tirtatama menyuplai kebutuhan air baku bagi PDAM kabupaten dan kota untuk melayani para pelanggan mereka.
Direktur Utama PDAB Tirtatama DIY Teddy Kustriyanto Widodo menyebut pengoperasian jaringan SPAM Regional ini tidak sekadar mengejar target operasional. Ada tugas pelayanan publik yang harus dijaga.
"Pekerjaan di SPAM Regional ini bukan sekadar bisnis atau rutinitas kantoran biasa. Apa yang rekan-rekan lakukan setiap hari, dari fajar hingga malam, adalah sebuah misi kemanusiaan yang sangat luhur: memberi pelayanan 24 jam mengalirkan air minum perpipaan tanpa henti," kata Teddy dalam sambutannya, Senin 27 Juli 2026.
Operasional pengolahan air PDAB Tirtatama kini ditopang dua fasilitas utama, yakni Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Bantar dan Sistem Kebon Agung. Dua fasilitas tersebut dikelola 65 karyawan tetap dan 31 tenaga alih daya. Mereka bertugas merawat jaringan transmisi lintas daerah, termasuk menangani gangguan teknis saat terjadi cuaca ekstrem.
Sertifikasi Standar Mutu
Dari sisi kualitas, PDAB Tirtatama DIY mempertahankan sertifikasi manajemen ISO 9001:2015 dan meraih akreditasi ISO 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk laboratorium pengujian air. Sertifikasi ini untuk memastikan air curah yang disalurkan telah memenuhi standar kesehatan dan uji laboratorium.
Kinerja operasional perusahaan mencatatkan penyerapan air minum perpipaan lebih dari 50 persen dari total kapasitas produksi terpasang. Di samping itu, manajemen mencatat predikat Zero Accident atau nihil kecelakaan kerja di area operasional.
Nilai Lokal dan Kerja Sama Riset
Konsep visual peringatan tahun ini memasukkan unsur Sumbu Filosofi Yogyakarta garis imajiner dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih sebagai gambaran tahapan kehidupan masyarakat.
Di bidang pendidikan, PDAB Tirtatama DIY bekerja sama dengan Fakultas Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) untuk riset teknologi pengolahan air baku. Perusahaan juga menggelar aksi penanaman pohon di wilayah tangkapan air. Ketua Panitia HUT ke-6 Stephane TE Assa menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga.
"Mengalirkan kebaikan adalah tugas utama kami, dan bersinergi menjadi kunci keberhasilannya. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan Pemerintah Daerah, jangkauan pelayanan kami tak akan mampu berkembang seluas saat ini," ujarnya di sela acara.
Untuk penguatan internal, pelatihan SDM terus berjalan lewat program K3 Kimia, Pengendali Pencemaran Udara, serta sertifikasi kompetensi manajemen air minum tingkat muda dan madya bersama BPKP Perwakilan DIY.
Menghadapi pertumbuhan penduduk dan tantangan pasokan air baku ke depan, Teddy meminta seluruh jajaran menjaga efisiensi kerja dan keandalan sistem.
"Mari kita melangkah bersama dengan semangat golong gilig menyatu dalam tekad, visi, dan aksi demi kesejahteraan masyarakat di bumi Mataram ini," pungkas Teddy. (*)
