KETIK, TULUNGAGUNG – Pelantikan pengurus Perhimpunan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026–2031 resmi digelar bertempat di Aula Kantor PMI Kabupaten Tulungagung pada Rabu pagi  17 Juni 2026.

Momentum ini menjadi babak baru penguatan pelayanan kemanusiaan melalui sinergi kokoh antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M, M.M, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Tulungagung, serta para relawan kemanusiaan. 

Dalam sambutan perdananya, Ketua PMI Kabupaten Tulungagung terpilih, Drs.Tri Hariadi, M.Si, menegaskan bahwa amanat yang diemban bukanlah sekadar status atau jabatan, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk kemanusiaan.

"Tantangan tugas kemanusiaan ke depan semakin kompleks, mulai dari kebencanaan hingga pemenuhan kebutuhan donor darah. Kami berkomitmen membawa PMI Tulungagung menjadi organisasi yang adaptif, responsif, dan selalu berada di garda terdepan membantu masyarakat," ujar Tri Hariyadi.

Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Sambut 1 Muharam 1448 H di Pantai Popoh, Jaga Kelestarian Tradisi dan Ekologi Laut

Untuk mewujudkan visi tersebut, Tri Hariadi mengumumkan empat langkah strategis yang akan menjadi fokus utama kepengurusannya:

1. Memperkuat Sinergi

Menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

2. Penguatan Relawan

Baca Juga:
Mengetuk Pintu Langit di Tulungagung, Doa Bersama Jadi Sinergi Ulama-Umara Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kesejahteraan relawan sebagai garda terdepan pelayanan sosial kemanusiaan.

3. Peningkatan Layanan

Memperluas cakupan donor darah dan mempercepat respons tanggap darurat saat terjadi bencana.

4. Mendorong Partisipasi Generasi Muda

Mengaktifkan peran anak muda melalui pembinaan PMR (Palang Merah Remaja) dan Korps Sukarela.

Menjadikan PMI Sebagai "Rumah Kebaikan"

Pemilihan Kantor PMI sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Tri Hariadi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil agar PMI semakin dikenal dan dekat dengan masyarakat luas. 

Di akhir sambutannya, Tri Hariadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan PMI sebagai wadah kepedulian bersama

Senada dengan Tri Hariadi, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya pelantikan ini. Meski seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Timur telah meraih akreditasi paripurna, ia memberikan catatan khusus mengenai pentingnya optimalisasi fungsi markas pasca-pelantikan.

"Seluruh UDD sudah paripurna akreditasinya, sekarang tinggal bagaimana pengelolaan markasnya. Hal ini menjadi tanggung jawab penuh pengurus baru," tegas Imam Utomo.

Imam Utomo meminta para pengurus dan relawan fokus pada tiga poin manajemen markas di antaranya :

1. Akuntabilitas Keuangan Pengelolaan anggaran markas yang transparan dan tertib.

2. Disiplin Pelaporan

Penyampaian laporan berkala ke tingkat atas secara disiplin.

3. Kesiapan Posko

Mengaktifkan fungsi posko agar selalu siap memantau dan merespons situasi darurat.

Sebagai langkah awal penguatan kapasitas, PMI Jatim juga menginstruksikan pembekalan khusus mengenai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta AD/ART PMI terbaru guna memperjelas regulasi koordinasi pendanaan dan tugas.

Apresiasi dan dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, SM., MM,  menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah ini dijalankan dengan dedikasi dan semangat kemanusiaan yang tinggi.

Plt. Bupati menekankan bahwa PMI adalah mitra strategis pemerintah di garda terdepan, khususnya dalam pelayanan sosial, penanganan bencana, dan penyediaan stok darah yang aman tanpa memandang latar belakang masyarakat.

"Tugas PMI adalah melaksanakan tugas pemerintah. Di Tulungagung, kita buktikan sinergi itu nyata, di mana Ketua PMI Kabupaten dijabat oleh Pak Sekda. Artinya, setiap perencanaan PMI Tulungagung akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah demi melayani masyarakat," ujar Plt. Bupati.

Secara khusus, Plt. Bupati memberikan dua instruksi penting untuk kepengurusan baru yakni 

1. Gencarkan Pembentukan Relawan Sekolah

Menindaklanjuti arahan PMI Provinsi, Plt. Bupati meminta pengurus PMI Tulungagung untuk membentuk kepengurusan PMR/PMI di sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Tulungagung guna memperluas kaderisasi dan edukasi kemanusiaan sejak dini.

2. Apresiasi Kemandirian Sarpras Plt. Bupati secara khusus memuji fasilitas Markas PMI Tulungagung yang dinilai sangat representatif. 

Menurutnya, PMI Tulungagung telah mandiri, percaya diri, dan memiliki sarana prasarana yang luar biasa sehingga pemerintah daerah tinggal memberikan dukungan (support) penuh.

Menutup rangkaian acara, Plt. Bupati menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada pengurus demisioner atas dedikasi mereka selama ini. Ia meminta para senior PMI tersebut untuk tetap memberikan masukan, informasi, dan sumbangsih pemikiran demi kemajuan pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Tulungagung ke depan. (*)