KETIK, MALANG – Pemilik sepeda motor di Kota Malang tampaknya harus bersiap merogoh kocek lebih dalam saat melakukan servis rutin. Naiknya harga dolar akibat melemahnya nilai tukar rupiah memicu lonjakan harga sejumlah suku cadang, terutama oli dan ban.
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini salah satunya dirasakan oleh sebuah bengkel sepeda motor di Jalan I.R. Rais, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Nugroho, salah seorang pegawai bengkel tersebut, mengatakan kenaikan harga paling terasa terjadi pada produk oli.
"Semua oli harganya sudah naik. Kenaikannya telah terjadi sejak akhir Mei lalu," ujarnya kepada Ketik.com, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga terjadi hampir merata pada seluruh jenis oli. Bahkan, beberapa produk mengalami kenaikan cukup drastis hingga mendekati Rp10.000 per kemasan.
Ia mencontohkan, salah satu varian oli yang sebelumnya dijual seharga Rp52.000 kini harganya telah naik menjadi Rp60.000.
Baca Juga:
Sempat Buron 2 Bulan, Pembobol Jok Motor Rp12 Juta di Malang Akhirnya Diciduk"Oli semua rata, dan yang naik memang paling terasa oli. Kalau untuk ban, naiknya tidak terlalu besar," terangnya.
Untuk ban motor, Nugroho mengaku kenaikan harganya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000, tergantung jenis dan merek. Sementara itu, beberapa produk ban tertentu masih memiliki harga yang relatif stabil karena adanya program potongan harga dari distributor.
"Untuk ban, naiknya kisaran Rp5.000 sampai Rp6.000. Beberapa masih ada yang diskon," ungkapnya.
Kendati demikian, ia menyebut kenaikan harga suku cadang motor lainnya belum terlalu signifikan dibandingkan oli dan ban. Namun, kenaikan harga tersebut mulai dirasakan konsumen karena menambah biaya perawatan rutin kendaraan.
Baca Juga:
Akhir Kebersamaan Dedik Setiawan dan Arema FC, Singo Edan Sampaikan Salam Perpisahan"Untuk sparepart, harganya belum naik signifikan sampai sekarang," jelasnya.
Sementara itu, salah satu konsumen, Dedi Prasetyo, mengaku terpaksa memperpanjang jadwal penggantian oli. Jika sebelumnya oli diganti setiap 3.000 kilometer, kini ia baru menggantinya setiap 4.500 kilometer.
"Mau bagaimana lagi, sekarang semua naik. Ini saya ganti dengan oli yang bagus. Memang mahal, tetapi sedikit lebih awet, jadi bisa saya tahan lebih lama," pungkasnya.